Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

《25》The Truth

2.2K 196 0
                                        

TTOK... TOK...

"Silakan masuk."

Suara Erwin terdengar dari dalam ruangan.

Pintu terbuka perlahan.

Begitu melihat siapa yang masuk, alis Erwin langsung berkerut.

"Cate?"

Tatapannya turun ke kemeja yang dikenakan Caterine.

Bercak darah mengering memenuhi bagian lengan, dada, hingga ujung bawah pakaiannya. Meski sebagian tertutup jubah panjang, jumlah darah itu tetap mustahil untuk diabaikan.

"Apa yang terjadi?" Nada suaranya tetap tenang.

Namun Caterine mengenalnya terlalu lama untuk tidak menyadari perubahan kecil itu.

Cara Erwin berdiri sedikit lebih tegak. Tatapannya yang langsung memeriksa tubuhnya dan jeda sepersekian detik sebelum ia berbicara.

Itu adalah bentuk kekhawatiran terbesar yang bisa ditunjukkan Erwin Smith.

"Ini bukan darahku."

Jawaban singkat itu membuat bahu Erwin sedikit mengendur..

Hanya sedikit.

"Kami gagal." Kalimat berikutnya langsung membuat ruangan kembali terasa berat.

"Eren dan Historia berhasil dibawa kabur."

"Tiga anggota regu Hange gugur." Terang Caterine.

Erwin menutup mata sesaat lalu langkah kakinya bergerak menuju lemari, ia membuka lemari kayunya.

"Pakai ini." Ia mengeluarkan sebuah kemeja putih miliknya dan menyerahkannya kepada Caterine.

Caterine menerimanya tanpa banyak komentar.

Erwin kemudian berbalik menghadap jendela, memberinya ruang untuk berganti pakaian.

"Kalian sudah menemukan lokasi mereka?" tanyanya.

"Kami berhasil bekerja sama dengan Dimo Reeves."

"Kami akan memanfaatkannya untuk memancing Polisi Militer. Levi sedang mengurus bagian itu sekarang."

"Jadi begitu." Balas Erwin.

"Kami berharap bisa menggali informasi tentang orang yang berada di balik semua ini."

Suara kain terdengar ketika Caterine mengganti kemejanya yang berlumuran darah.

Beberapa saat kemudian ia berbicara lagi.

"Sepertinya Levi sedang bersenang-senang sekarang."

"Kupikir juga begitu." Tentu mereka tahu apa yang dimaksud dengan 'bersenang-senang' khas Levi, yaitu menyiksa mereka.

Caterine selesai mengganti pakaiannya.

Kemeja putih Erwin sedikit kebesaran di tubuhnya. Lengan bajunya harus digulung beberapa kali.

Ketika Erwin berbalik, tatapannya tak lepas memperhatikannya.

Ada lingkar gelap samar di bawah matanya.

Ada beberapa goresan kecil di pipinya.

"Kau terluka?"

"Tidak."

"Kau berbohong."

Caterine mendengus. "Hanya memar."

"Kau tidak pandai beristirahat."

"Kau juga." Balas telak Caterine.

BRAKK!!

Pintu kamar tiba-tiba terbuka begitu keras hingga hampir menghantam dinding.

-SAPPHIRE- (Shingeki No Kyojin X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang