《31》Humanity's Counterattack

1.8K 186 5
                                        

DUAARRR!!

Kilatan cahaya keemasan menyelimuti Distrik Shiganshina.

Tubuh Eren kembali menjelma menjadi Titan Penyerang, berdiri tegak di tengah jalan utama distrik yang dipenuhi reruntuhan bangunan.

Ia tidak bergerak.

Hanya menatap lurus ke arah Titan Zirah yang masih berada di atas tembok.

Umpan.

Seluruh keberadaan Eren saat ini hanyalah umpan untuk mengalihkan perhatian Reiner dan menggagalkan rencana musuh menghancurkan kuda-kuda Pasukan Pengintai.

Tanpa menunggu lebih lama, Eren berbalik dan berlari menuju bagian selatan distrik.

Benar saja.

Reiner langsung menghentikan usahanya memanjat tembok. Tatapan kosong Titan Zirah kini hanya tertuju pada satu target.

Eren.

Tubuh raksasa itu segera melompat turun dari tembok, menghantam tanah dengan dentuman keras sebelum berlari mengejarnya.

Rencana mereka berhasil.

Flashback

"Dia ingin kita menggunakan Eren sebagai umpan?" Heran Hange.

"Ya, itu perintah Erwin-danchou" balas Armin.

"Dia memakai Eren sebagai umpan hanya untuk melindungi kuda?" Herannya lagi.

"Yang benar saja? Bagaimana jika Reiner tetap mau membunuh kuda?" Ujar Mikasa.

"Tidak. Dia pasti memilih Eren, bagaimanapun misi mereka adalah Eren. Dan jika Eren tetap berlari, ia dapat menyergap titan monyet. Dengan bantuan Levi dan prajurit, mereka pasti berhasil mengepung mereka" balas Caterine.

"Yosh! Kita akan melawan titan zirah di Shiganshina!" Ucap Hange.

"Tunggu. Ada satu hal yang ku khawatirkan. Bertholdt masih bersembunyi di suatu tempat, ini hanya untuk jaga-jaga tapu mari bertarung menjauh dari tembok" ujar Armin.

Flasback off

Persis seperti dugaan Armin. 

Eren terus berlari menuju tengah distrik dan Reiner mengejarnya tanpa ragu.

Begitu jarak mereka cukup jauh dari tembok—

DUAAAGH!!

Tinju Titan Zirah meluncur lurus ke arah wajah Eren. Namun, tubuh Eren berputar. Serangan itu kini hanya menghantam udara.

BRAKK!

Sebagai balasan, kepalan tangan Eren yang telah dilapisi kristal putih menghantam rahang Reiner. Retakan keras langsung menjalar di lapisan zirahnya.

CRAAKK!!

Pecahan armor berhamburan ke udara.

Di atas atap bangunan, Caterine mengawasi setiap gerakan mereka.

"Bersiap."

Seluruh anggota pasukan langsung menggenggam Tombak Petir mereka.

"Kita masuk saat Eren berhasil membuka celah."

"Hai!"

Mikasa menggertakkan giginya ketika melihat Eren beberapa kali terdorong mundur.

"Cate-san!" Ia bersiap meluncur.

Namun sebuah tangan segera menahan bahunya.

"Tunggu." Suara Caterine terdengar dingin.

"Percayakan Eren. Dia sedang menciptakan kesempatan untuk kita."

-SAPPHIRE- (Shingeki No Kyojin X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang