SERENITY-7

165 67 207
                                        

Gio terdiam atas pertanyaan yang Ivanna lontarkan. Saat di kafe kemarin? Apakah belum jelas kalau ia memang disorder? Ataukah Ivanna bertanya hanya sekedar untuk memastikan? Cowok itu tak peduli. Alih-alih menjawab pertanyaan Ivanna ia memilih untuk pergi meninggalkan tempat dengan pertanyaan Ivanna yang menjumpai udara kosong.

Tak ada jawaban dari Gio, Ivanna beralih menatap Sakra. "Itu beneran, Sak? Mana yang bener?" tanya Ivanna.

Sakra-yang ditanya-justru hanya plonga-plongo tak jelas. Cowok itu terlihat celingukan. Apakah ia perlu menjawabnya?

"A... I-itu.... Ck ah! Mendingan lo pulang aja sono!" Sakra mendorong tubuh Ivanna pelan hingga gadis itu sedikit tergeser dari tempatnya berdiri.

"Kok jadi ngusir gue?!" kesal Ivanna.

"Emang tempat lo nggak disini, Ifauna! Tempat lo itu dikebun bin-"

"Plakk!!"

"Au!"

Kalimat Sakra terhenti tepat saat Ivanna menampar mulutnya dengan keras.

"Lo jahat banget ya pakek kekerasan!" Sakra berseru kesal sembari menatap Ivanna dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Ivanna hanya mengedikkan bahunya acuh tak acuh. Apa ia terlihat peduli? Sama sekali tidak.

"Heh! Seenaknya ngusir gue emang ini rumah lo? Ini, kan rumah Gio!" ujar Ivanna ketus sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Alih-alih menjawab pertanyaan Ivanna, Sakra justru tertawa. Hal itu membuat Ivanna mengerutkan keningnya dengan heran.

"Ngapain lo ketawa?!" tanya Ivanna ketus. Memangnya apa yang lucu?

Masih dengan tawanya, Sakra menatap Ivanna dengan tatapan mengejek. "Ini bukan rumah Gio kali! Ini rumah alias markasnya anak Albatros!"

Ivanna mengerutkan keningnya dengan cengiran tipis di wajahnya. Albatros? Apa lagi ini? Sebuah geng maksudnya?

"Dah dah! Gue anter lo ke habitat asli lo!" Sakra merangkul Ivanna kemudian membawa gadis itu keluar dari rumah namun tiba-tiba Sakra menghentikan langkahnya yang secara otomatis pula menghentikan langkah Ivanna.

"God damn it! Gue liat masa depan gue!" ujarnya sembari menatap Cabriolet yang terparkir mulus di pelataran rumah dengan tatapan mata berbinar.

"Ck!" Ivanna berdecak pelan sembari menyikut perut Sakra hingga ia terlepas dari rangkulan cowok itu. Sakra nampak mengaduh pelan. "Njir! Kayak dipatok ular!"

"Alay, lo!" cibir Ivanna.

Sakra tak menghiraukan Ivanna. Cowok itu kembali mengarahkan pandangannya pada Cabriolet milik Gio. "Mobil siapa itu?" tanyanya.

Ivanna berdecak pelan. Gadis itu menarik kerah belakang milik Sakra, "antar gue pulang!" sebalnya.

***

"Loh, udah pulang,Gi?" tanya Arslan yang baru saja pulang dari sekolahnya. Sama halnya dengan Sakra, Arslanpun bertanya-tanya mobil siapa yang berada di pelataran rumah. Jika itu adalah milik anak Albatros, tak seharusnya berada di sana. Anak Albatros punya tempat tersendiri untuk memarkirkan kendaraan mereka saat berada di sini.

For your information, seperti yang Sakra ucapkan tadi 'ini bukan rumah milik Gio' memang benar. Ini bukan rumah milik Gio melainkan rumah alias markas milik anak Albatros. Tempat para anggota geng ini berkumpul, menghabiskan waktu dan saling bertukar cerita. Dan saat Ivanna memberikan kacamata milik Gio tempo hari ia datang kemari. Ke markas Albatros, bukan rumah Gio.

"Lo sendiri?" Alih-alih menjawab pertanyaan Arslan, Gio justru balik tanya.

"Lagi bosen di kelas. Ga mood juga," jawab Arslan sembari melepas tas sekolahnya lalu melemparnya ke atas sofa. Sedang Gio hanya ber-oh pelan atas jawaban yang Arslan berikan.

SERENITY (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang