Sekarang mereka berdua sedang berada di kamar Aileen. Seperti biasa, Aileen sedang merebahkan dirinya diatas badan Leva, dan leva tidak merasa keberatan sama sekali.
Mereka dari tadi hanya diam menikmati momen momen ini, Leva yang mengelus rambut Aileen, dan Aileen yang mendengarkan suara degup jantung Leva yang menenangkannya.
"Leva udah suka Aileen belum?"
"Suka"
Dug!
Tiba tiba saja Aileen memukul dada leva dengan lumayan keras, hingga leva sedikit meringis.
"Kenapa Leva ga bilang dari dulu?! Kan Aileen juga suka leva. Aileen mau leva jadi pacar Aileen."
"Kan perjanjiannya gue bakal jawab pertanyaan lo nanti kalo lo bisa bawa tim masuk ke 3 besar. Ya kan? Lo ga ada nanya gue suka atau ngga. Lo cuma nanya mau jadi lacar lo atau ngga. Ya kan?"
"I-iya juga sih.. berarti disini yang salah Aileen?"
"Iya" jawab Leva sambil terkekeh
"Ish! Leva kenapa susah di tebak si! Aileen bukan limbat, bukan cenayang, ga bisa baca pikiran leva tau!"
"Sebenarnya gue ga banyak ngomong, tapi lebih ke tindakan. Kalo lo kenal gue lebih dalem, lo ga nanya juga udah pasti tau jawaban dari pertanyaan lo apa" kata Leva sambil mengelus dan memainkan rambut Aileen yang wangi dan lembut.
"Oh iya, Rave tau semua masalah Leva?"
"Hm? Masalah apa?"
"Tadi Evans bilang sama Aileen. Katanya Rave lebih tau banyak hal tentang Leva bahkan sampe ke detail detailnya"
"Iya, memang kenapa?"
"Evans juga bilang Leva bakal cerita kalo menurut Leva orang itu cocok. Aileen ga cocok?"
"Bukan gitu Aileen, gue cuma belum siap buat cerita, dan gue juga bingung harus mulai dari mana karna ada banyak hal yang gue alamin. So, kalo ada pertanyaan langsung tanya aja"
"Berarti Aileen boleh tau tentang Leva?"
"Boleh Aileen."
"Kalo Aileen tanya tentang keluarga Leva boleh?"
"Apa pertanyaannya?"
"Rumah Leva dimana? Masa cuma Leva yang tau rumah Aileen. Tapi Aileen ga tau rumah Leva. Aileen kan juga mau kenalan sama orang tua Leva. Orang tua Leva tau ga Leva lagi deket sam Aileen?"
"Rumah gue di jalan Kartini no. 3. Bunda gue udah tau tentang lo. Semuanya."
"Terus respon bunda Leva gimana? Soalnya kalo cowo yang lemah kaya Aileen biasanya bakal langsung dijelekin, langsung di tolak mentah mentah... Karna dianggepnya ga bisa apa apa"
Aileen bertanya dengan nada yang lesu, jangan lupangan tangannya yang menggambar garis abstrak diatas dadanya.
"Iya, dia awalnya kurang terima waktu gue cerita tentang lo. Tapi lama kelamaan dia terima dan malah nyuruh lo buat dateng ke rumah. Untung aja bunda gue bukan tipe orang yang kaku"
Mendengar itu Aileen malah merengek dengan badan yang digoyang goyangkan dan suaranya juga seperti sedang menahan tangisan.
"Aileen takut.." Leva langsung mengelus punggung Aileen dan memeluknya lebih erat.
"Takut kenapa Aileen?"
"Soalnya Leva udah belanja ratusan juta buat Aileen, padahal belom pacaran.. Nanti Aileen dibilang cuma manfaatin Leva"
"Engga Aileen, itu uang tabungan gue, bukan uang pemberian mereka. Gue udah bilang kan harta gue ga mungkin habis" kekeh Levana.
"Leva"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mellifluous
Novela Juvenil"Lebih mending gue pura pura ga liat lo terus lanjut bareng dia, atau gue nyamperin lo?" "Ih! Samperin Aileen lah!! Ga boleh sama yang lain! Leva punya Aileen!" "Emang gue mau?" •───────•. ° ☾ .•───────• "Rasanya nyaman... Aman... Aileen suka d...
