BRUUUUSH!
tiba tiba saja Evans menyemburkan minuman soda yang sedang ia pegang.
"Gak. Gue ga liat apa" Kata Evans setelah menyemburkan minuman dalam mulutnya
"Kalian ngeswew? Itu Leva baru sembuh" sambung Diva.
"Gue aduin bunda.." kata Rave.
"Apa sih kalian, orang kita lagi ngobrol biasa, ya kan sayang?"
"Iya! Kalian tuduh tuduh aja!" Kata Aileen.
"Ga percaya gue. Ni yang kaya gini biasanya tanda tanda mau ngewew" kata Diva sambil berkacak pinggang.
"Biasa aja kali. Lebay kalian. Mau ngapain balik kesini?"
"Giliran ada Aileen kita di husir, coba gaada Aileen pasti baik baik aja ni anak" sindir Evans.
"Bunda udah tau kah anaknya kaya gini?" Tanya Rave
"Tau lah, bunda papa, mama papa Aileen juga tau kok biasa aja" jawab Leva.
"Kita mau pulang nih, kaga ada dianter ke depan gerbang gitu?" Sindir Diva.
"Gue mau sama Aileen, kalian duluan aja"
Bugh! Tiba tiba saja Aileen memukul Leva dengan bantal.
"Ish! Ga boleh gitu! Ayo anterin temennya ke depan dulu!" Aileen bergerak turun dari pangkuan Leva dan menarik narik tangan Leva dari samping kasur.
"Masih lemes tau.. masih pusing.. mau tiduran.." kata Leva dengan wajah lemasnya.
"Tadi lo sehat! Halah! Lo ketemu Aileen manja betul!" Kata Rave.
"Sayanggg liat tuh, aku di bully" Kata Leva lalu memeluk pinggang Aileen yang sedang berdiri disebelahnya.
"HUWEKKK! NAJIS!"
"UHUK UHUK!"
"GELI BANGSAT!"
Ya, begitulah makian dan bullyan Evans, Rave dan Diva pada Leva yang tiba tiba menjadi manja pada Aileen.
"Ish Leva!"
"Pelukk!"
"Ih! Bangun dulu ayo! Kasian lama nunggu temennya ih!"
Leva berdiri dari kasurnya, tapi ia langsung memeluk Aileen dari belakang dan menumpukan kepalanya pada bahu Aileen.
"NAJISSSS"
"BUNDAAA RAVE JIJIK."
"BANGSATT GELI MERINDING SEBADAN GUE"
"Sirik jadi manusia kalian! Iri kan ga bisa manja manja bebas. Pulang Sono"
"IYA INI PULANG!" Kata Rave dengan emosi yang membara.
Mereka keluar dari kamar Leva satu persatu, sementara Leva dan aileen berjalan dibelakang mereka, masih dengan Leva yang memeluk Aileen dari belakang.
"Leva lepasin dulu pelukannya ih! Susah turun tangga"
"Aku gendong ya?"
"Gak. Kamu lagi sakit"
"Udah sembuh sayaangg"
"Jalan aja ih!" Leva menatap Aileen dengan kesal karena tidak mau dipeluk. Lalu ia berjalan lebih dulu dari Aileen.
Saat Leva sampai di ruang tamu, semua temannya yang ada di ruang tamu sedang merapikan barang barang mereka masing masing.
Melihat Aileen yang sudah turun dan berdiri di belakangnya, Leva langsung menarik Aileen berdiri di depannya lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Aileen seperti sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mellifluous
Teen Fiction"Lebih mending gue pura pura ga liat lo terus lanjut bareng dia, atau gue nyamperin lo?" "Ih! Samperin Aileen lah!! Ga boleh sama yang lain! Leva punya Aileen!" "Emang gue mau?" •───────•. ° ☾ .•───────• "Rasanya nyaman... Aman... Aileen suka d...
