43. Gosip

845 87 2
                                        

Aileen duduk di kursinya dengan gusar menunggu Leva menjemputnya, bel istirahat sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu, tapi Leva tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.

"Evans!"

Aileen yang duduk di dekat pintu kelas paling depan mendengar suara Rave yang berlari memanggil Evans.

Ansel yang mengerti situasi langsung pergi keluar kelas berpura pura untuk membuang sampah di depan kelas.

"Leva sekolah ga hari ini?" Tanya Rave

"Dih! Lo! Ga puas lo Leva sama Aileen udah berantem gitu?!" Kata Evans dengan sinis.

"Dih! Aileen aja baperan! Orang gue sama Leva sepupuan. Sebelum sama Leva juga gue yang selalu di treat kaya dia." Kata Rave tak kalah sinis.

"Ya lo tau diri lah! Lo bukan prioritasnya dia kali! Aileen udah jadi pacarnya. Ga heran dia lebih mentingin Aileen daripada lo"

"Halah! Lo ga tau apa minggir aja deh lo. Gue cuma nanya Leva sekolah apa ngga. Gue ada urusan sama dia tentang keluarga. Lo Aileen sama Diva gaada urusannya sama gue."

"Heh Jablay perempatan lalapan bohay, diem deh lo! Ga ada puasnya ye lo ngerusak hubungan orang!"

"Dih? Lo tinggal jawab tau atau ngga ya anjing. Gue dari pagi ga ada liat Leva di sekolah. Gue ada urusan sama Leva Aldric bukan sama sircle lo!"

"Sianjing, paling paling lo mau ngajak Leva ngedate lagi sampe mereka berantem" setelah itu Evans langsung berjalan menjauh meninggalkan Rave di depan kelas Aileen.

Katakan saja Ansel itu bodoh. Karena sejak tadi ia sedang membuka tali sepatu kanannya lalu mengikatnya lagi, lalu melakukan hal yang sama pada sepatu kirinya.

Setelah itu ia berpura pura membenahi kaos kakinya untuk mendengar percakapan pedas Rave dan Evans.

Setelah Evans pergi dari sana, Ansel langsung masuk ke dalam kelas dan duduk disebelah Aileen.

"Leva ternyata emang ga ada keliatan dari pagi Leen" Kata Ansel.

"Iya disini juga kedengeran kok semua omongan mereka" kata Aileen dengan nada sedihnya.

"Gapapa bespren gue sama lo terus kok" kata Ansel sambil mengelus punggung Aileen.

"Apa leva marah beneran ya?" Gumam Aileen.

"Masa sih Leva yang bucin mampus bisa marah?"

"Serem tau Leva marah"

"Emang pernah liat Leva bener bener marah?"

"Gak si, cuma kalo marah biasa aja dia serem apalagi beneran marah, serem banget ga sih"

"Ya semangat aja sih kata gue Leen" kata Ansel. Sementara Aileen hanya diam mendengarkan sambil merenung.

"Lo ga laper? Makan yuk? Ke kantin dulu. Gue traktir es jeruk dehh" kata Ansel.

"Bener?"

"Iya! Lo duitnya banyak tapi kalo ga di traktir kaya fakir miskin" Kata Ansel sinis.

"Hehehe, jadi mau traktir ga nih?!"

"Iya ayok! Kasian gue liat lo kaya sekarat gitu, pucet."

"Hah masa sih? Lo ada bawa lipbalm? Atau lip tint gapapa dehhh"

"Ada gue bawa lipbalm, nih" Ansel memberikan lipbalm yang ada di kantongnya pada Aileen karena kasihan melihat Aileen yang pucat.

"Ayo ke kantin." Ajak Aileen.

Ansel menaruh lagi lipbalm yang telah digunakan Aileen kedalam kantong celananya lalu berjalan keluar mengikuti Aileen.

Mereka berdua berjalan biasa sambil mengobrolkan tentang gosip gosip yang ada di media sosial.

MellifluousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang