Sepertinya Leva benar benar memiliki pelet yang sangat kuat. Buktinya Aileen sudah tak marah lagi dengan Leva sekarang.
Cklek!
Pintu kamar mandinya terbuka, dan wangi sabun Aileen langsung memenuhi kamarnya.
"Lo pake apa aja di kamar mandi gue?"
"Pake sabun mandi, pake sampo, pake sikat gigi baru, pake pasta gigi, pake body scrub, pake facewash, pake micellar water, pake body lotion, pake hair mask"
"Buat?"
"Biar Aileen mau peluk aku" kata Leva dengan santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Nanti punya gue habis gimana?!"
"Ya kita shopping" jawab Leva santai. Aileen tak habis pikir dengan pikiran Leva yang menurutnya terlalu santai.
"Tapi produk yang aku pake jarang ada di Indonesia bodoh!!"
"Tempat produksinya dimana?"
"Di Jepang"
"Aileen mau kesana kapan?"
"Hah?"
"Ke jepang, katanya produknya ada di jepang? Ayo kesana, aku anter"
"Ish! Leva diem deh! Menurut Leva aja itu produk habisnya kapan!"
"Mungkin Minggu depan habis, jumat ini kita ke jepang. Balik ke indo terserah kamu maunya kapan"
"Itu sini keringin dulu rambutnya, jangan pake handuk." Aileen berjalan ke arah meja riasnya dan mengambil hairdryer miliknya.
Aileen berjalan ke arah kasurnya, dan duduk di pinggiran kasur, setelah itu Aileen memerintahkan Leva untuk duduk di lantai agar Aileen mudah untuk mengeringkan rambutnya.
Aileen mulai memposisikan dirinya dengan nyaman dan menghidupkan hairdryer miliknya, lalu mulai mengeringkan rambut Leva.
"Gimana? Mau?"
"Ga ada baju kalo Leva ngomong dadakan tau!"
"Beli aja, kenapa kaya orang susah kamu leen"
"Kasian Leva buang buang uang tau! Masih pacaran juga, leva udah keluarin terlalu banyak uang untuk Aileen"
"Ya udah kita nikah aja biar aku bisa kasi bebas yang lebih banyak"
"Dih! Pengangguran sok keras!"
"Aku mah kerja Aileen, nanti selesai ujian akhir aku mulai kerja di perusahaan papaku sambil kuliah, aku juga ada investasi di beberapa perusahaan perusahaan besar, ga kerja juga pasti dapet uang. Aku juga ada usaha Floristry yang lumayan gede dari kelas 8."
"Ya tapi harus bisa nabung tau!"
"Iya dari dulu aku nabung, aku bukan tipe orang yang banyak belanja jadi tabunganku selalu nambah terus. So, aku seneng sekarang uangku bisa kepake. Apalagi buat Aileen"
"Ish! Diem!" Aileen memukul pelan kepala Leva untuk menyembunyikan salah tingkahnya. Wajahnya memerah sekarang.
Sialan. Kenapa bisa Leva benar benar mengubah moodnya dengan cepat?!
"Mau ga Aileen?"
"Hari jumat berarti 2 hari lagi?"
"Iya, mau berarti"
"SIAPA BILANG MAU?!"
"Udah ssttt jangan ribut. Aku udah mulai ngantuk gara gara obatnya"
"Tahan dulu Leva, sedikit lagi kering" kata Aileen sambil sibuk mengeringkan rambut Leva yang tebal, membuatnya agak susah untuk kering.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mellifluous
Novela Juvenil"Lebih mending gue pura pura ga liat lo terus lanjut bareng dia, atau gue nyamperin lo?" "Ih! Samperin Aileen lah!! Ga boleh sama yang lain! Leva punya Aileen!" "Emang gue mau?" •───────•. ° ☾ .•───────• "Rasanya nyaman... Aman... Aileen suka d...
