Aileen sekarang sedang mengantri untuk membeli bubur ayam untuk Leva, ditangannya ia sedang membawa beberapa buah untuk Leva.
Tiba tiba saja Aileen merasa sangat tak berguna karena tidak tau Leva suka pedas atau tidak. Jadi ia memilih untuk sambel dipisah.
"Bisa bisanya Aileen ga tau" batinnya.
Setelah mendapatkan bubur ayam tersebut, Aileen langsung menjalankan motornya menuju rumah Leva.
Jalannya terasa sangat segar karena sekarang sudah pukul 6 sore, jalanan mulai gelap dan sepi.
Masuk ke dalam rumah Leva, disana sudah banyak ada motor terparkir. Tumben sekali rumah Leva ramai. Apa mereka semua juga akan menjenguk Leva?
Aileen memarkirkan motornya di tempat yang benar, lalu masuk ke dalam rumah Leva dengan membawa bubur dan buah ditangannya.
"baru dateng lo?" Tanya perempuan berambut panjang dan curly, Yara. dia adalah penggemar berat Leva dan satu kelas dengan Leva.
Teman sekelas Leva yang ada di ruang tamu rumah Leva sekarang ada 3 orang, ada Faresta teman sebangku Leva, lalu ada Yara dan Sherly yang merupakan fans berat Leva. Di sana juga sedang ada Diva dan Evans.
"Leva dimana?" Tanya Aileen.
"Lagi disuapin makan sama Rave dikamarnya. Mereka kan sepupuan, jadi ga masalah kan?" Sindir Yara.
"Ga masalah" kata Aileen sambil tersenyum tipis.
"Lo langsung naik aja Leen" Kata Evans sambil bermain game online di Hpnya.
Aileen mengangguk pelan, lalu berjalan menuju kamar Leva. Dalam hatinya ia terus merutuki Yara dan Sherly. Kemana Bunda dan papa Leva? Ia jadi tak memiliki backingan jika seperti ini.
Tok Tok Tok
"Leva.. Aileen boleh masuk?"
"Masuk aja sayang" Jawab Leva dari dalam kamar.
Mendengar jawaban Leva, Aileen langsung masuk ke dalam kamar Leva yang disambut dengan senyum hangat Leva.
Tapi di sebelahnya ada Rave dengan tatapan sinisnya memperhatikan Aileen dari atas kebawah.
"Lo bawa bubur? Ga liat jam lo? Jam makannya udah lewat dari tadi"
"Apa tu? Jeruk? Semangka? Lo gatau Leva ga suka semua buah dan sayur yang berbiji? Ck ck ck"
Aileen hanya diam di tempatnya mendapat cercaan dari Rave secara langsung seperti ini. Aileen benar benar merasa tak berguna sekarang.
"Aileen sini" Panggil Leva sambil menepuk nepuk bagian kasur yang kosong disebelahnya. Aileen menggeleng kecil.
"Leva makan dulu" kata Aileen.
"Kamu belum makan juga kan? Ayo makan buburnya. Sini"
Aileen berjalan mendekat ke arah kasur Leva dan naik keatas kasur. Entahlah Aileen menemukan sifat mertua keramat dalam diri Rave.
Aileen membuka sterofoam bubur tersebut dengan takut takut di depan Rave.
"Aileen! Astaga! Lo bener bener gatau apa apa tentang Leva ya?! Si goblok. Leva aja tau semua tentang lo. Lo gatau apa apa tentang Leva. Leva ga akan pernah nyentuh makanan bentuk kacang kacangan. Tuhan.. yang begini lo bucinin Lev? Ga heran gue lo sampe berantem sama Aldric gara gara dia"
Leva pernah bertengkar dengan Aldric karna dirinya? Aileen semakin menundukkan kepalanya takut dan malu.
"Rave, gue selesai makan, tolong keluar kamar gue ya" kata Leva dengan lembut, suara lembutnya sama seperti cara Leva berbicara dengan Aileen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mellifluous
Novela Juvenil"Lebih mending gue pura pura ga liat lo terus lanjut bareng dia, atau gue nyamperin lo?" "Ih! Samperin Aileen lah!! Ga boleh sama yang lain! Leva punya Aileen!" "Emang gue mau?" •───────•. ° ☾ .•───────• "Rasanya nyaman... Aman... Aileen suka d...
