38. Aileen nangis lagi

1.1K 106 9
                                        

"Aileen hiks! Minta maaf! Hiks! Aileen kekanak kanakan hiks! Aileen juga sering ga dengerin Leva.. Aileen sering bandel.. Hiks! Aileen juga rewel.. Leva Hiks! mau tinggalin Aileen? Tapi pulangin dulu Aileen ke Indonesia biar aileen ga jadi WNA gelandangan Hiks!"

Aileen duduk di atas perutnya sambil mengeluarkan seluruh isi hati dan pengakuan dosanya sambil menangis, sementara Leva menatap Aileen dengan santai seolah tak terjadi apapun.

"Si tolol" batin Leva. Tadinya ia mau berpura pura marah dan melanjutkan kebohongannya, tapi aileen yang polos nyerempet tolol ini membuatnya tak habis fikir.

"Kalo di inget inget aileen banyak kurangnya ya.. kayanya kemana mana lebih bagus rave.. aku mau tunggu rave putus dari pacarnya atau sama esta ya?"

"esta.. cowo temen sebangku Leva?! Yang cantik itu?! HIKS?! JADI LEVA BENER BENER BOSEN SAMA AILEEN?! HIKS!"

Bugh!

Tiba tiba saja Aileen memukul keras dadanya hingga Leva meringis.

"aw.. iya. Dia cantik, dia tipe pendiem dan kalem, dia juga anggun, dia juga suka sama aku"

"Leva.. Hati Aileen bener bener sakit tau dengerin Leva ngomongin cewe lain.. Leva tau kan masih ada 4 hari lagi di sini.. Kalo Aileen mau pulang sekarang Leva mau pulangin?"

Kata Aileen sambil meremat erat baju yang digunakan Leva untuk melampiaskan kekesalannya

"Kalo Aileen pulang, berarti aku sendiri disini, apa aku manja manja sama tama ya"

"LEVA! JANGAN MAIN MAIN! AILEE- HIKS! AILEEN GA SUKA! HIKS! LEVA OMONGIN COWO LAIN DIBELAKANG AJA AILEEN SAKIT HATI! LEVA MALAH NGOMONG DI DEPAN AILEEN LANGSUNG?! GA ADA RASA BERSALAH LEVA KAYA GITU?! GA MIKIRIN AILEEN?! HIKS! AILEEN SEDIH! AILEEN SAKIT! LEVA GA PERNAH PELUK AILEEN LAGI KALO AILEEN NANGIS! AILEEN SEDIHH BANGET!"

Berbeda dengan Aileen yang sedang menangis histeris, Leva sedang merebahkan dirinya dengan santai sambil tersenyum kecil menatap Aileen.

Ia hanya bercanda sambil mengetes rasa sayang yang dimiliki Aileen untuknya. Walaupun itu membuat Aileen menangis dengan snagat histeris.

"NGAPAIN SENYUM! LEVA UDAH GA SAYANG AILEEN?! KENAPA GA DARI AWAL AJA?! AILEEN GA SUKA DI MAININ TAU GA?! MAMA AJA GA PERNAH BUAT AILEEN SEDIH! LEVA KENAPA BUAT AILEEN SEDIH SIH?!"

Leva hanya diam melihat reaksi kesal Aileen dan membiarkannya meluapkan isi hatinya, sepertinya dengan cara ini ia tau dimana dirinya kurang. Seperti tadi yang Aileen katakan, Leva tak pernah memeluk Aileen saat menangis lagi.

Tiba tiba saja Aileen mengambil HPnya yang tergeletak diatas kasur dan mencari sesuatu, tetapi masih tetap diam diatas tubuhnya.

"MAMAAAA! HIKS! AILEEN MAU PULANG! AILEEN MAU PUTUS SAMA LEVA! AILEEN GA MAU LAGI! HIKS! SAKIT! HIKS!"

Bodohnya aileen ia tetap diam diatas perut Leva, tentu saja Leva bisa mengambil HP itu dengan mudah.

Leva membenarkan posisinya hingga terduduk menyender diatas kasur, dan Aileen yang hampir jatuh karena pergerakan tiba tiba Leva untung saja dengan gesit Leva memeluk pinggang Aileen.

"Halo mama, Maaf ganggu waktu honeymoon mama sama papa, masalah Aileen biar Leva yang atur, mama sama papa lanjut honeymoon aja."

"Aileen kenapa sih? PMS dia? Dia kan cowo. ya udah kamu urusin dulu ya Leva bunda mau lanjut-"

"mommy! focus on me!"

"Damn baby you are so fuckin' hot! iya iya urus ya levana"

setelah itu telpon dimatikan. Aileen menatap heran ke arah ponselnya. Ia berpikir apa yang sedang dilakukan papa dan mamanya hingga mereka seperti itu.

"See? Mama sama papa lagi honeymoon, kamu ganggu mereka." Leva menatap Aileen datar

"Tadi kamu bilang apa?" Tanya Leva dengan nads rendah dan tatapan tajamnya yang serasa langsung menusuk mata Aileen hingga Aileen merasa ketakutan.

"Pu-pus- p-pusus- p-pustu- putu" saking takutnya ia tak bisa berbicara dengan benar, Aileen berani bersumpah kalau Leva saat ini benar benar seram. Aileen benar benar takut sekarang.

"Ulang. Yang. Bener." Kata Leva penuh penekanan.

"Pu-pusyuy-t-t-tus"

"Apa?" Tanya Leva dengan nada rendahnya. Sekarang mungkin wajahnya terlihat santai, tapi Aileen bisa melihat semirk iblis dari Leva.

Kali ini Aileen hanya menggeleng sebagai jawaban lalu menunduk. Ia berusaha untuk bangun dari atas perut Leva, tapi Leva lebih dulu menahan pinggulnya hingga ia tak bisa bergerak.

"Hiks... Hiks..."

"Kenapa nangis?" Tanya Leva masih dengan nada datarnya.

"Ta-t-ksut nda-da"

"Jangan pernah sebut kata kata itu lagi. Ngerti?!" Aileen mengangguk dengan keras sambil terisak pelan.

"So now. you need a hug huh?" Aileen menggelengkan kepalanya dengan takut takut.

Leva menghela nafasnya pelan, setelah itu ia menarik badan Aileen mendekat untuk memeluknya.

Badan Aileen terasa kaku dan dingin. Mungkin karena ia terlalu takut, padahal Leva tak memberikan bentakan padanya, semoga saja Aileen tak demam besok pagi.

Leva mengatur nafasnya agar lebih tenang terlebih dahulu, agar saat Aileen mendengarkan degup jantungnya yang tenang, aileen juga bisa menjadi lebih tenang dari sekarang.

Leva juga mengelus punggung Aileen terus menerus dengan posisi duduk.

"Sifat apa lagi yang kamu ga suka dari aku?" Tanya Leva lembut

"L-leva ngs-snlin"

"Tenang baby, take a breath aku bercanda tadi sayang, you are one of the important things that i have aku ga tau gimana jadinya kalo kamu ga ada di sini don't be sad and over think, im yours."

"You are mine?"

"Of course baby, im yours, and you are mine. Ga ada yang bisa ganti itu, aku minta maaf ya?"

"Aileen maaf juga.. Leva kesel.. Aileen mau.."

"Salahku sayangg, ini bukan salahmu. Are you oke? Im so sorry kalo kelakuan aku tadi bener bener bikin kamu takut sayang"

"Leva cowo ganti?"

"Ngga sayanggg, cuna ada Aileen Galen ga ada yang lain"

"Bener? Janji bisa?"

"Iya sayanggg, aku janjiii, berapa kalipun kamu mau buat janji itu, aku bakal janji buat kamu."

"Serius?" Tanya Aileen dengan mata yang masih tergenang air mata di pipinya.

"Iya sayang. Kamu ga suka sifat apa lagi dari aku?"

"Boros. Leva ngeselin. Leva jelek. Leva suka buat Aileen sakit hati. Leva suka buat Aileen sedih. Leva ga sayang Aileen lagi?"

"Aileen sakit hati kenapa sayangg?"

"Leva sebut cowo lain tadi! Aileen ga suka! Aileen ga mau Leva sebut cowo lain! Puji puji cowo lain! Leva ga boleh selingkuh!"

"Engga sayaanggg, kamu pegang aja semua akun sosial mediaku, cek semua, aku ga selingkuh sayanggg"

"Aileen mau buat peraturan baru boleh?"

"Peraturan apa Aileen?"

"Leva ga boleh puji puji cowo lain! Leva ga boleh liatin cowo cantik yang lain! Leva ga boleh selingkuh! Leva harus suka sama Aileen! Leva harus jadi istri Aileen! Aileen ga mau pisah sama Leva! Leva ga boleh pake baju ketat yang pamer otot otot! Kemana mana harus sama Aileen! Leva harus tepain janji 3 permintaan! Leva ga boleh kerjain Aileen lagi! Leva ga boleh bikin Aileen nangis lagi! Leva ga boleh buat Aileen takut lagi! Leva ga boleh buat Aileen sedih lagi!"

"Noted, tapi Maksud Aileen ini bentuk lamaran? Biar aku yang ngelamar nanti sayangg, kamu tinggal tunggu di rumahmu aja"

"MASIH KECIL! GA BOLEH NIKAH!"

"Aku engga, kamu aja yang belum cukup umur, masih bayi"

"IH?! MAKSUD LEVA?! AILEEN KECIL KAYA BAYI GITU?! LEVA GA LIAT INI TINGGI AILEEN 160AN?! ORANG ORANG JUGA KADANG DONGAK KOK NATAP AILEEN"









MellifluousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang