Leva sebenarnya kasihan melihat wajah Aileen yang sedang berpikir keras. Bundanya juga berbohong, Mantan terakhir Leva itu bukan submissive, ia seorang dominan juga, karena merasa tidak cocok jadi Leva memutuskan hubungan mereka.
"Emang kalo Aileen makan banyak bisa jadi montok?"
"Bisa donggg! Makanya makan yang banyak biar montok, Leva pasti deh makin nempel sama kamu Aileen"
Sepertinya bundanya benar benar cenayang, karena sebelumnya Leva juga pernah mengatakan kalo Aileen terlalu kecil, dan menyuruhnya untuk makan banyak agar montok.
Maka dari itu agar Aileen percaya perkataan bundanya dan agar Aileen mau makan dengan banyak tanpa melakukan diet jadi Leva tidak menjawab apapun perkataan bundanya saat ini karena dia sangat setuju dengan perkataan bundanya.
"Oke! Biar Leva lebih sayang Aileen, Aileen mau makan banyak biar montok!" Kata Aileen sambil menatap bundanya.
Uhuk! Uhuk!
Leva batuk untuk mengalihkan perhatian mereka. Telinga Leva memerah mendengarkan perkataan Aileen. Leva benar benar malu mendengarnya.
"Leva kenapa? Leva sakit?"
"Ekhm! Ayo makan dulu nanti sayang sayangannya" potong bundanya.
•───────•. ° ☾ .•───────•
"Leva Aileen udah montok belum?!"
Leva menoleh ke arah Aileen yang sedang berkaca di depan kaca kamarnya yang menampilkan seluruh tubuhnya.
Levana bangun dari kasurnya lalu berjalan mendekati Aileen. Ia mensejajarkan tingginya dengan Aileen dengan menundukkan bahunya.
Plak! Tiba tiba saja Leva menampar pantat Aileen
"Akh!"
"Belum, liat ni masih tepos" kata Leva sambil meraba pantat yang tadinya ia tampar, untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan Aileen. Ia sadar tadi menampar pantat Aileen agak keras.
Aileen membalikkan badannya hingga berhadapan dengan Leva dengan tatapan tajamnya.
"BUNDAAAA HUEEE LEVA TAMPAR PANTAT AILEEN!"
"Kamu nangis sekeras kerasnya juga ga bakal kedengeran bunda Aileen, kamarku kedap suara"
PLAKK!
Tiba tiba saja Aileen menampar balik pantat Leva dengan keras hingga ia rasakan pantatnya berdenyut karena terlalu keras. Levana meringis pelan sambil memegang pantatnya.
"Astaga Aileen kenapa malah mukul pantatku"
"Abisnya Leva tadi pukul pantat Aileen. Sakit tau!"
"Itu aku pukulnya pelan Aileen.. terbukti kan kamu masih tepos"
hiks.. hiks..
"Aileen tau Aileen tepos.. MAKANYA DIEM!" Setelah berkata dengan nada sendunya, tiba tiba saja Aileen menatap Leva dengan tatapan tajam dan berteriak keras di depan Leva.
"HAHAHAHAHAHAHHAHAHA" Leva tertawa keras melihat perilaku Aileen tadi. Ia memarahi leva dengan air mata yang menggenang di pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mellifluous
Teen Fiction"Lebih mending gue pura pura ga liat lo terus lanjut bareng dia, atau gue nyamperin lo?" "Ih! Samperin Aileen lah!! Ga boleh sama yang lain! Leva punya Aileen!" "Emang gue mau?" •───────•. ° ☾ .•───────• "Rasanya nyaman... Aman... Aileen suka d...
