Aileen langsung menaruh baskom botol air dan handuk kecil tersebut diatas nakas dan membangunkan Leva secara perlahan.
"Leva, ayo bangun minum obat dulu"
"Hm" hanya itu jawaban Leva tetapi ia tak kunjung membuka matanya, yang membuat Aileen sedih.
"Leva ayooo" Aileen kembali memanggil Leva dengan sedikit rengekan agar Leva mau bangun.
"Iya Aileen" perlahan Leva membuka matanya dan duduk menyender dikepala kasur.
"Ini obatnya, ini airnya, cepet di minum"
Karena terlalu pusing Leva langsung menegak obat dan airnya tanpa melihat obat apa yang diberikan Aileen padanya. Sebenarnya dia merasa agak tidak percaya, tapi karena kepalanya benar benar pusing, ia pasrahkan hidupnya pada Aileen.
Setelah Leva meminum obatnya, Aileen membantu Leva untuk kembali membaringkan badannya dan mulai mengompres dahi Leva dengan handuk kecil yang ia bawa tadi.
Ia terus mengompres Leva dan mengganti air dalam handuk tersebut setiap 2 jam sekali. Bahkan Aileen tertidur sambil duduk dengan tegap menunggu waktu 2 jam.
Hebatnya Aileen tidak jatuh saat tertidur sambil duduk dengan tegap.
kriinggg
Sudah 2 jam sejak kompresan pertama Aileen pasang pada dahi Leva, Aileen yang terkejut mendengar suara alarm itu langsung mematikan HPnya agar Leva tak terganggu, lalu mengganti air kompresan yang berada di dahi Leva.
Setelah mengganti air tersebut Aileen kembali memasangkan alarm 2 jam setelah ini dan kembali tertidur dengan posisi duduk. Begitu terus yang dilakukan Aileen sampai pagi.
6 jam berlalu sekarang menunjukkan pukul 2 pagi. Aileen kembali mengambil kompresan yang berada di dahi Leva
"Nda papa Aileen demi Leva, biar leva nda sakit lagi, biar bisa gendong Aileen, tapi mama bilang nda bole gendong gendong hiks.." Aileen kembali terisak sambil mengganti kompresnya.
•───────•. ° ☾ .•───────•
05.30
Levana terbangun karena mendengar suara alarm dari HPnya tetapi saat ia membuka matanya, matanya ditutupi oleh handuk kecil. Mungkin tidak sengaja tertutup saat Aileen mengompresnya.
Sementara Aileen sedang tertidur diatas perutnya yang dijadikan bantalan. Ia tertidur dengan posisi duduk.
Leva yang merasa kasian bangun dari tidurnya secara perlahan dan menggendong Aileen keatas kasur. Setelah itu Leva berjalan ke arah lemari Aileen untuk meminjam baju serta celana Aileen.
Setelah mandi dan merasa bugar dan sudah sembuh Leva melihat kearah kasur, tidak biasanya Leva melihat Aileen tidur tenang tanpa merengek padanya. Karena merasa was-was Leva mendekati Aileen lalu memegang dahinya.
Sekarang giliran Aileen yang sakit.
Apa semalam penuh Aileen tidak tidur dan mengganti kompresnya tiap dua jam? Ah, levana merasa tersentuh karena perilaku Aileen.
Leva turun kebawah membawa baskom berisi handuk, air dan juga obat yang berada di kamar Aileen, lalu berjalan kearah dapur.
"Morning Leva. Gimana keadaanmu?" Tanya papa Aileen sambil membuat kopi dari dapur
"Sudah sembuh om, cuma kayanya karna Aileen ga tidur semaleman buat ganti air kompresan bikin dia sakit sekarang. Tadi saya cek badannya panas. Maaf merepotkan keluarga om, saya bakal ngerawat Aileen kali ini sampe dia sembuh"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mellifluous
Teen Fiction"Lebih mending gue pura pura ga liat lo terus lanjut bareng dia, atau gue nyamperin lo?" "Ih! Samperin Aileen lah!! Ga boleh sama yang lain! Leva punya Aileen!" "Emang gue mau?" •───────•. ° ☾ .•───────• "Rasanya nyaman... Aman... Aileen suka d...
