"Aileen abis ini mau langsung ke hotel apa lanjut jalan ke tempat lain?" Tanya Leva yang sedang duduk disebelahnya sambil menikmati indahnya pantai dihadapan mereka.
"Aku mau.. ke hotel aja deh, cape tau jalan jalan"
"Aku gendong mau? Biar kamu ga tambah cape, kita cari taxi di depan" tanya Leva yang sekarang sedang berdiri di depannya.
"Tapi malu tau! Masa Aileen digendong si?!"
"Ga masalah aileen, siapa yang peduli?"
"Ya udah kalo gitu, Aileen mau gendong!" Aileen merentangkan kedua tangannya sambil terkekeh.
Leva menumpukan lutut kanannya pada pasir yang ia pijak agar Aileen bisa lebih mudah naik keatas punggungnya.
Setelah Aileen naik keatas punggungnya, Leva berdiri dan membenahi posisi Aileen lalu mulai berjalan ke arah jalan keluar yang sudah ditunjukkan.
"Aileen" panggil Leva.
"Iyaaa?"
"Are you happy?"
"Iya lah! Gila aja masa udah kaya gini aileen ga seneng" Aileen mengeratkan pelukannya pada Leva.
"Takutnya kamu pura pura buat apresiasi aja"
"Gak! Aileen ga bisa acting tau"
"Oh ya?"
"Iya! Ishh! Aileen beneran seneng tau. Next time ayo kita jalan jalan ke negara lain lagi!"
"Ayo sayang."
"Aileen mau makan apa habis ini?"
"Eum.. Apa ya.. tapi tadi aileen udah banyak makan.."
"Sekarang masih kenyang?"
"Nda sih.. tapi tadi kan Aileen udah makan banyak"
"Dietnya nanti aja kalo udah balik indo sayang, sekarang kamu mau makan apa?"
"Bener ya diet sampe di indo? Awas aja Leva ajak Aileen makan terus! Kalo Aileen beratnya nambah 5 kilo Aileen ga mau ketemu Leva, Ga mau peluk Leva, Ga mau cium Leva, eum.. apa lagi ya? Semuanya pokoknya Aileen ga mau!"
"Kenapa gitu coba? Kok jadi aku yang kena sayang?"
"Aileen jelek tau kalo gendut! Nanti malah beda jauh sama Leva kalo jalan berdua, kan ga adil, masa yang keren cuma Leva, Aileen ngga"
"Berarti kalo Aileen nambahnya masih 4,8 kg masih ga marah sama Leva?"
"Marah dong! Ih!"
"Katanya 5 kilo? Itu kan masih 4 kilo"
"Sama aja Levana Aylin Jericho." Kata Aileen dengan nada dongkolnya. Hal tersebut membuat Leva langsung diam ditempat dan memandang Aileen lurus dengan tatapan tajamnya.
"Apa? Coba ulang"
"Bercanda! Bercanda! Nda! Maafin Aileen!" Aileen lupa, Leva tak suka jika Aileen memanggilnya dengan nama lengkap. Aileen hanya boleh memanggilnya dengan panggilan Leva, Sayang, Mommy atau panggilan panggilan sayang lainnya.
"Perlu aku hukum?"
"Gakk!!!" Aileen menghentakkan kakinya dipunggung Leva, yang untungnya Leva tidak kehilangan keseimbangannya.
Aileen mengecupi pipi Leva dari belakang untuk mengurangi kemarahan Leva. Tapi Leva tetap diam ditempat memandang lurus kedepan.
"Ih Leva jangan marah.. Aileen bercanda.." Aileen menghentakkan kakinya sambil menelusupkan kepalanya di bahu Leva.
"Anak nakal harus dapet hukuman kan?" Leva melanjutkan jalannya, tetapi tidak lagi berjalan dengan santai. Ia berjalan dengan cepat menuju keluar.
"Iya.. tapi jangan banyak banyak.. nanti Aileen susah duduk.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mellifluous
Teen Fiction"Lebih mending gue pura pura ga liat lo terus lanjut bareng dia, atau gue nyamperin lo?" "Ih! Samperin Aileen lah!! Ga boleh sama yang lain! Leva punya Aileen!" "Emang gue mau?" •───────•. ° ☾ .•───────• "Rasanya nyaman... Aman... Aileen suka d...
