Kericuhan yang Jennie timbulkan membuat operasi Lisa dibatalkan. Bahkan Jennie jatuh pingsan setelah meronta-ronta tak karuan. Akhirnya gadis bermata kucing itupun dipindahkan ke ruang inap.
Setelah sadar, wajah Jisoo merupakan pemandangan pertama yang menyambut Jennie. Namun setelah ia menyadari sesuatu, kini tubuhnya sontak terbangun. Mengabaikan rasa pusing yang hinggap dikepalanya.
"LISA!" pekik Jennie membuat seisi keluarga Kim saling bertatapan satu sama lain.
"Apa maksudmu, Jennie-ya?" tanya Gongyo yang tak dapat mengerti prilaku aneh putrinya. Baru saja dirinya mendapat telepon dari rumah sakit bahwa Jennie jatuh pingsan. Seisi keluarga Kim langsung berasumsi bahwa Jennie terlalu kelelahan.
Tak lama kemudian Jennie mulai terisak. Ia mulai melucuti infusnya dengan kasar dan hendak melangkahkan kakinya dari brankar. Namun tentu saja hal itu mendapat pencegahan dari keluarganya.
"Ada apa, unnie?!" tanya Rosé yang seketika panik dengan tingkah agresif dari Jennie.
"BIARKAN AKU BERTEMU LISA!" teriak Jennie tak bisa menahan dirinya. Namun lagi-lagi tubuhnya ditahan oleh keluarganya.
"Berikan kami penjelasan dulu, unnie!" amarah Rosé ikut memuncak menanggapi aksi tiba-tiba dari Jennie.
"Aku unnie yang gagal... Aku benar-benar unnie yang gagal..." isak tangis terus menemani setiap kalimat yang dilontarkan Jennie.
"Kau brengsek, Lisa! Kau brengsek! Kenapa kau menanggung semua rasa sakit ini sendirian," rancau Jennie membuat seisi keluarga Kim menegang. Apa yang sebenarnya Jennie ucapkan?
Kini Jennie mulai menatap keluarganya satu-persatu. Matanya mengisyaratkan beribu kesedihan yang mampu menyayat hati siapapun yang melihatnya, "Berhenti membenci adikku. Aku tidak peduli apa alasan kalian membencinya, aku akan terus berada disampingnya walau dia adalah seorang pembunuh sekalipun," kalimat Jennie sedikit mengejutkan seisi keluarga Kim.
"Apa yang terjadi, unnie?" tanya rosé dengan dada naik turun berusaha menahan kepanikannya. Rancauan dan kalimat yang dilontarkan Jennie mampu membuat Rosé dilanda rasa panik bukan main.
"Uri Lisa... Dia tidak pernah baik-baik saja.."
Mendengar kalimat Jennie mampu membuat seisi keluarga Kim melemas. Seolah tak sanggup mendengar kalimat gadis itu selanjutnya.
"A-apa maksudmu..?" tanya Jisoo menuntut penjelasan.
"Kanker paru-paru.. Ntah darimana ia mendapatkannya, tapi penyakit itu menemani kehidupan adikku."
■
Rosé terduduk disalah satu bangku rumah sakit. Tangannya memeluk kedua lututnya yang kini bergetar hebat. Kalimat Jennie mampu membuat kehidupan Rosè seolah hancur begitu saja. Bahkan gadis itu tak kuasa melihat keadaan Lisa saat ini.
"Minum?" tanya Taehyung sembari menyodorkan sebotol air mineral. Namun karena sudah terlanjur larut dalam kesedihan, Rosé tak menanggapi tawaran pemuda itu. Kini Taehyung duduk disebelah Rosé. Ia tak pernah menghiraukan adanya kesalahpahaman karena sikapnya pada saudari-saudari Jennie. Ia menganggap mereka sebagai adiknya sendiri. Taehyung yakin pasti kekasihnya mengerti.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Taehyung sembari menyenderkan punggungnya dibangku tunggu yang ada didepan ruang inap Lisa. Tapi sayangnya Rosé tidak sedang berada dimood yang bagus untuk sekedar menjawab pertanyaan Taehyung.
"Apa itu tentang Lisa?" tanya Taehyung yang mampu membuat isak tangis Rosé semakin kencang. Sebenarnya ia sudah menebaknya sedari awal karena Jennie juga sempat menelponnya tanpa mengatakan sepatah katapun. Dalam telepon itu hanya isak tangis yang terdengar. Hal itu tentu membuat Taehyung khawatir dan memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Namun ia malah bertemu dengan Rosè.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home?
FanfictionKim Lisa, perempuan berdarah bangsawan yang terpaksa kehilangan segalanya karena bakat yang ia miliki. Demi melindungi keluarganya, Lisa tumbuh menjadi manusia berhati dingin. Lisa rela melakukan apapun untuk mencapai tujuannya, bahkan dengan tumpah...
