A💜²35

954 8 0
                                        

15.00
(JAM PULANG SMA BAGHASKA)

GUDANG SMA BAGHASKA

"Lepas kak, awshhh." rintih seorang gadis tersungkur kembali dengan pipi lebam bekas tamparan.

"LEPAS?! Rugi dong nyuruh orang buat seret lo ke sini." sambar Hani terus menjambak rambut panjang Arizka.

Flash back on:

X mipa 1

"Riz, ikut gua yuk. Ke toilet samping gudang, udah ngga kuat nih." ajak Nafa, salah satu teman sekelas Arizka yang terkenal dengan wajah pick me nya.

"Ngajak yang lain aja ya, gua belum selesai nyatet." tolak Arizka halus.

"Ayo lah, bentar aja." bujuk Nafa dengan wajah yang di buat semanis mungkin. Arizka meletakkan bolpoin nya. Lalu mendongak sebentar.

"Udah sama Lani aja ya. Kan udah berdua." setelah sekian lama diam, Lani ikut unjuk bicara.

"Ih gua takut, kalau ada lo kan enak. Nanti gua taruh yang paling depan." ucapnya dengan wajah tanpa dosa. Arizka menghembuskan nafas panjang, mungkin akan terjadi hal yang tak ia inginkan.

"Ya udah deh ayo."

Arizka, Nafa dan Lani berjalan beriringan pada lorong sekolah yang terbilang sudah cukup sepi dengan posisi Arizka berada di tengah.

"Loh Fa, itu kan toilet. Kok jalan terus?" tanya Arizka cepat. Perasaannya benar-benar sudah tak enak.

"Iya, ada something yang harus gua ambil di gudang." balas Nafa dengan nada menye andalannya.

"Gua balik dulu ya." pamit Arizka bersiap kabur namun tangannya ditarik paksa oleh Nafa dan Lani.

"Ehh, mau kemana sih Riz. Buru buru amat loh."

"Gua mau balik Lan, lo aja deh yang ke sana."

"Ngga bisa. Lo yang harus masuk." paksa Nafa menarik tangan Arizka kuat. Sangking kuatnya sampai sampai gadis itu menabrak pintu gudang dan tersungkur, lutut Arizka membiru dengan darah segar yang mengalir di pelipisnya karena tertabrak gagang pintu yang telah patah dengan alasan sangking lamanya tempat itu tak terhuni.

"Awshh..."

"Ups, sorry ya Riz. Gua ngga sengaja." ucap Nafa tertawa bersama Lani.

"Kalian jahat banget sih." tutur Arizka dengan air mata yang menggenang.

"SUKURIN WLEE, SIAPA SURUH DEKETIN CORE MEMBER!!" ejek Lani dan Nafa bersamaan.

'Ya Tuhan, gosip apa lagi yang mereka dapet. Ariz bener-bener capek.'

"Bye Arizka, selama bersenang senang!!" ucap duan teman sekelasnya itu langsung ngacir meninggalkan Arizka sendiri.

"LANI, NAFA TOLONGIN GUA...!" teriaknya susah payah, namun sama sekali tak di gubris.

"LANI, NAFA. TOLONGIN GUA!" teriaknya lagi, berharap dua orang itu iba dan menolongnya.

"Gimana kalau kita aja yang nolong?" damn, masalah apalagi ini. Gadis itu memejamkan matanya sembari geleng-geleng cepat karena akan ada hal mengerikan yang sebentar lagi terjadi.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang