Ini part yang pia bilang minggu kemaren😇
Happy Reading :')
**
Aneth tersenyum, ia memikirkan perkataan laki-laki yang baru saja pulang setelah menjenguknya. Bukankah itu hal yang manis? Seorang Aksara yang notabene nya selalu garang terhadap siapapun bersikap baik bahkan meminta maaf padannya? Bukankah itu pantas di banggakan? Oh shit, bagaimana bisa ia begitu tersipu dengan kata maaf, sungguh sialan. Juga, bisa bisanya Aksara tau nama lengkapnya. Apa laki-laki itu mencari tahu? Atau bagaimana? Akhh, benar benar membuat Aneth pusing. Sekarang baru pukul 2 siang. Itu tandanya bel pulang Baghaska belum berbunyi. Aneth inisiatif ingin tidur sebentar, dengan alasan agar terlihat fresh di depan teman temannya yang akan datang menjenguknya nanti sepulang sekolah. Baru saja ingin memejamkan mata, namun dering telfon berhasil membuyarkan fokusnya.
Kyland is calling...
"Tumben nih anak vidio call." monolog Aneth pada dirinya sendiri, ia menggeser tombol menjadi warna hijau dan memajukan handphone supaya wajahnya terlihat. Keyland Bachtiar Wirashangga, kalian pasti nggak lupa kan sama cowok satu ini?
"WOI BOCAH!"
"Ya tuhan, Keyland! Ngagetin aja sih." omel Aneth pada sepupunya karena berteriak sembarangan, refleks terdengar tawa jahil dari seberang sana. Tawa yang begitu puas akan reaksi Aneth barusan.
"Diem nggak? Kalo nggak diem gua tutup!"
"Eh, jangan dong." ancaman Aneth berhasil membuat laki-laki yang berstatus sepupunya itu diam.
"Kenapa Vidio call?"
"Lo sakit apa? Gua ma Keynand pulang ya."
"Heh setan, gua cuma sakit biasa, lagian ini juga udah sembuh. Ngapain pulang, lo kuliah aja yang bener." kata Aneth spontan, bagaimana tidak. Aneth hanya sakit biasa, bukan koma. Jelas ia panik, belum lagi tiket pulang pergi dari Australia ke Indonesia yang nilainya lumayan fantastis dapat mengurangi jatah bulanan mereka. Memang itu semua mudah jika memang mereka benar-benar ingin pulang, namun akan ada kerugian yang di tanggung saat mereka kehilangan jam pelajaran. Dan Aneth tak ingin itu terjadi. Cukup Aneth saja yang bodoh tetang mata pelajaran, Keyland dan Keynand jangan.
"Lah. Pulang aja deh, pengen lihat elu kita mah." rayu Keyland pada sepupunya ini.
"Iya Neth, kita pengen lihat kamu." sambar seseorang yang Aneth duga itu adalah Keynand. Keynand Bachtiar Wirashangga, kembaran Keyland.
"Hai kak Keynand." sapa Aneth sumringah, dari seberang Keyland tersenyum kecut ke arah saudaranya, mulutnya ingin sekali mencibir Aneth jika saja gadis itu tak sakit.
"Hai adik."
"Dah dah, lo telfon sendiri aja. Gua lagi ngobrol ma adek gua. Pergi lo, sono sono." Aneth tertawa, padahal mereka sama sama sudah dewasa, namun kelakuannya tak pernah berubah. Masih seperti tom & Jerry yang suka berebut keju. Namun kali ini kejunya adalah Aneth.
"Ish, gua masih mau ngobrol sama kak Keynand."
"Udah pergi." tutur Keyland menimpal.
"Kita pulang ya."
"Key, ngga usah pulang. Kalian belajar aja. Lagian bulan depan juga udah liburan. Nggak usah ya, pliss."
KAMU SEDANG MEMBACA
THAKSA
Fiksi UmumFOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎ INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT! Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
