A²💜48

583 6 2
                                        

Drrrt-drrrt-drrrt

Handphone diatas nakas bergetar, dengan sisa kantuk Aneth meraba guna mengetahui penyebab getaran. Matanya menyipit, menyesuaikan kadar cahaya yang merambat masuk.

Aksara is Calling..

"Hmm?"

''Baru bangun?"

"He'em"

''Mandi gih, setengah jam lagi gua sampe ke apart.''

"Ngapain?" gadis itu terlonjak kaget dan segera duduk dari tidurnya. Matanya mendadak fresh dan dahinya mengkerut bingung. Jelas jelas hari ini sekolah, jadi untuk apa manusia setan itu kemari?

''Nagih hutang. Jemput lo sekolah lah Tha. Ngapain lagi?"

"Ih ngga usah, ngapain juga. Kaki gua juga udah sembuh, janji sama tante Alfi nganterin seminggu juga udah selesai. Ngapain lagi?" omelnya.

"Berisik banget, serasa dimarahin istri."

"Heh?" terdengar gelak tawa di seberang.

"Buruan siap siap gih, mama nambahin hukuman jadi sebulan."

"Boong lu, mana ada."

"Beneran, tanya mama kalo ngga percaya."

"Awas ya kalo boong. Gua sumpahin istri lo selalu bangun siang supaya lo ngga sarapan."

"Ngapain disumpah. Calon istri gua kan emang susah bangun."

Aneth membelalakan matanya kaget. Sejak kapan Aksara punya calon istri?

"Sejak kapan? Kok ngga ngomong. Tau gini kan dari kemaren gua ngga deket deket."

"Ini yang ngomel calon istri Aksara."

"SETAN!!" setelah berucap demikian, Aneth mematikan sambungan telfon sepihak. Ia meletakkan kembali benda pipih itu dalam nakas. Pipinya merona, senyum manis sama sekali tak lepas dari wajah ketika Aksara berucap demikian. Ia guling-guling sembari mencak mencak tak jelas.

"Lama-lama gila gua kalo Asa sikapnya semanis ini." ujarnya. Ia kembali duduk dengan isi pikiran yang berubah dari sebelumnya.

"Gua harus cari tau siapa nama kakak Asa. Soalnya cerita dia familiar banget. Mirip sama cerita Alfa pas meninggal."

Setelah berucap demikian, Aneth berjalan menuju wastafel untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi. Mungkin ia akan buat sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah karena ini baru pukul enam pagi. Sedangkan sekolah aktif pukul delapan.

Ting (bunyi pesan masuk)

Ting (bunyi pesan masuk)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang