Siapin pikiran, baca pelan pelan biar faham
**
"Zuyar. Hacker bayangan itu. Lama gua ngga ketemu lo."
Ting
Suara botol bir yang saling beradu. Menandakan pesta minum akan segera dimulai.
"Ardian Gani. Musuh dalam selimut, sampe mana lo nguntit?!" cemooh Zuyar tersenyum miring mengejek. Tak salah jika heran. Namun akan aku ingatkan, Gani adalah teman Alfaska jika kalian lupa.
"Lo!" seringai jahat muncul. Raut wajah Gani mengeras, sedikit emosi. Namun masih dapat di stabilkan.
"Gua bercanda." ujar Zuyar mengangkat botol bir nya. Mengajak Gani untuk tos.
Ting
"Gua nggak suka bercandaan lo." cerca Gani penuh tekanan. Zuyar menyeringai lagi, bosan dengan sikap laki-laki bajingan di depannya.
"Gua suka injek injek lo." Zuyar menekan dan tersemyum devil.
"Lo dan gua sama. Sama sama di injek orang-orang kaya diluar sana. Masih mau bilang kita beda?!" tekan Gani memprovokasi. Tangan Zuyar refleks mengepal sampai buku jarinya memutih.
"To the point, sampe mana lo hancurin keluarga Andhi?!" sarkas Zuyar mencengkeram kerah baju Gani.
"Lepas." Zuyar menyentak kasar, pun Gani langsung mengusap usap kemejanya seolah ada kotoran disana. Kali ini Zuyar berwajah masam, sementara Gani menyeringai bak singa lapar.
"Cukup parah, anak pertama mati. Anak terakhir kritis. Sayangnya anak tengah itu terlalu kuat. Banyak cara gua nyusup, tapi pertahanannya ngga bisa diremehkan."
"Ternyata lo lebih payah dari yang gua bayangkan." Gani meludah sembarangan mendengar ucapan Zuyar.
"Daripada lo, sembunyi tanpa bebas berkeliaran." Zuyar menatap sengit Gani.
"Kalo bukan karena wajah gua bocor di hacker keluarga Wijaya. Ngga akan gua sembunyi." alasan Zuyar masuk akal.
Flash back on.
05 Agustus 2023
"Wajah gua ketahuan. Gua ketangkep, lo harus tolong gua Zuy." panik Zayn.
"Gua tau, lo diem. Gua usahain lo ngga ketangkap." balas Zuyar mengutak-atik komputer. Menghilangkan seluruh data yang ada.
"Shit, susah. Hacker mereka lebih pinter. Gua buat ktp palsu, paspor udah gua siapin dari jauh hari, visa juga. Lo harus ganti identitas, dia udah ngasih lo uang bertahan hidup kan?" Zayn mengangguk panik. Buru buru laki-laki itu berkemas dan beranjak. Nyawanya dalam bahaya sekarang.
"Pake topi, masker dan bawa ini." Zuyar mengeluarkan sebuah pistol dalam laci. Berjaga-jaga jika ketahuan. Zayn mengangguk paham.
"Gua masih usahain data dia, Gani, Jord dan gua aman. Lo harus pergi sekarang, supir dia udah di depan."
"Oke, gua berhutang budi sama lo." Zuyar mengangguk.
Satu jam berlangsung, tiga data itu aman. Data Gani, orang Alfaska yang diambil alih bos Zuyar. Jord, pimpinan preman yang entah anggotanya sudah mati atau belum. Dan bos mereka, Valcon. Musuh bebuyutan keluarga Wijaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THAKSA
Fiksi UmumFOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎ INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT! Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
