A²💜50

707 14 16
                                        

Vote dulu dong babe, masa ngga di vote🐸

**

Aneth mengusap peluh yang terus membanjiri seluruh wajahnya. Matanya menyipit ketika melihat tinggi wall climbing yang berserobokan dengan cahaya matahari siang.

"Seminggu lagi ya?" cicitnya pelan. Ia terus memandang tanpa mau lepas sedetikpun. Minggu depan dirinya sudah harus ada di Bali untuk pekan olahraga Nasional tingkat SMA. Tahun lalu ia berhasil menyabet medali emas. Entah tahun ini, semoga saja.

"Neth." panggil Dina langsung menghajar nya dengan lemparan botol minum, refleks Aneth menoleh dan menangkap sebotol air itu.

"Tumben banget ngasih air, dapat hidayah darimana?" Dina menyipitkan matanya.

"Ogah gua ngasih, tuh." ujarnya mengangkat dagu dan menunjukkan seseorang yang tengah berdiri dengan sombong di ujung lapangan. Mata Aneth lagi lagi menyipit. Senyum manis jelas tercetak pas di bibir mungilnya. Ia dengan sigap berdiri dan menyusul seseorang yang ditunjuk Dina. Tangannya melambai, pun sapaan itu langsung di balas dengan senyuman hangat dan tangan yang tak henti melambai balik.

"Kok dateng kesini? Ngga ada kelas?" tanya Aneth menghampiri. Tak menjawab, Aksara mengeluarkan sebuah sapu tangan putih, mengusap lembut setiap peluh keringat yang ada di wajah cutie pie nya.

"Astaga, jadi rumor Aksara jadian sama Aneth itu bener?"

"Goks sih, akhirnya ada yang bisa buat Aksara kek gini."

"Beruntung banget tuh cewek, siapa sih?"

"Gua iri. Sumpah, gua udah ngefans Aksara dari lama banget."

"Gua bahagia, akhirnya Aksara kelihatan kalemnya."

"Pake pelet apa sih?"

"Udah, gua bisa sendiri." Aneth merebut sapu tangan putih dalam genggaman Aksara. Ia risih karena semua orang terang-terangan membicarakannya. Aksara merebut botol dalam genggaman Aneth. Membukanya, kemudian menyodorkan kembali untuk di minum. Aneth menurut, kemudian minum dengan sekali teguk. Setelahnya di kembalikan kepada Aksara untuk di tutup.

"Gokil, di bukain minum. Fiks mereka pacaran."

"Iya beb, jadi selama ini rumor deket sama Hani itu cuma rumor?"

"Gila sih, keknya bakal ada korban bully selanjutnya."

"Ngga bakal bisa. Tuh cewek bokapnya yang pegang saham sekolah."

"Papa Hani juga pegang saham ngga sih?"

"Lebih tinggi pangkat bokap Aneth."

"Mo balik, disini berisik." pamit Aneth kemudian melirik sekeliling. Biasanya banyak siswa yang duduk sekitar bangku pinggir lapangan karena kantin penuh. Aksara mengernyit dengan bibir yang ditekuk kebawah.

"Kan baru ketemu. Lagian kamu istirahat juga kan? Buru buru banget." ucapnya manja, Aneth melotot. Ekor matanya kemudian menunjuk siswa siswi yang daritadi membicarakannya. Aksara mengikuti arah pandang Aneth.

"Ngapain masih di situ?" Aksara berucap garang. Pun siswa siswi yang Aksara tanya langsung terbelalak dan berhamburan.

"Sorry kak, lanjut aja. Ayo pergi cepet, takut banget kak Aksara marah." ujar salah satu anak, kemudian gerombolan itu bubar tanpa menyisakan satu orang pun kecuali mereka berdua. Rombongan tim climbing sekolah pun lumayan jauh dari posisi mereka karena berada di dalam tenda kecil seberang. Tenda yang biasanya dijadikan tempat istirahat saat selesai latihan.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang