A²💜58

532 8 0
                                        

Happy reading

**

Motor Aksara berhenti dengan suara halus di basement yang sepi. Headlamp remang menyorot lantai beton, membuat bayangan mereka memanjang di dinding.

Aksara mematikan mesin, menurunkan standar sampingnya, lalu menoleh sebentar ke Aneth. Ia menurunkan helm dengan gerakan tenang, cekatan, seperti sudah terbiasa melakukan ini.

Aneth menurunkan kaki dari motor, kemudian menatap Aksara sekilas. Ada senyum tipis yang nyaris tak terlihat, sementara lampu basement memantulkan kilau mata mereka.

“Naik dulu gih, aku nunggu makanan di anter.” ucap Aksara pelan, suara rendah tapi hangat.

"Loh? Aku pikir kamu nunggu aku masak. Kok udah pesen?" heran Aneth.

"Aku pesen ikan goreng tepung sama sayur." Aneth heran Sekaligus girang.

"Oh iya? Sejak kapan? Kok aku ngga tau pesennya."

"Pas kamu lagi asik ngobrol sama mama. Aku pesen itu. Lagian ngga mungkin juga lah aku nyuruh kamu masak. Ngga gentle banget." Aneth tersenyum tipis, Aksara adalah definisi pacar idaman seluruh wanita. lupakan itu, Aneth melangkah keluar basement untuk pergi ke lift.

"Kalo gitu aku ke atas dulu, bersih bersih sama mandi." Aksara mengangguk.

"Oh, bawa ini. Aku nanti pake pin aja." Aneth menyerahkan kartu akses. Aksara tak menolak, matanya fokus pada gadis yang selalu tersenyum didepannya. Senyum lebar penghangat hati.

"Mandi pake air hangat ya biar rileks."

"Okiiii."

Sepuluh menit berlalu, pesanan telah sampai di tangan Aksara. Buru buru ia pergi supaya Aneth tak menunggu lama. Kartu akses ia tap, memutar gagang pintu lalu terbuka. Makanan ia genggam di tangan kiri, sementara tangan kanan menurunkan sandal rumah yang Aneth siapkan bulan lalu.

Fokus utamanya adalah meja makan. Ia berjalan riang ke arah dapur, seolah apartemen ini adalah miliknya. Suara gemericik air merasuk di pendengaran. Bukti bahwa Aneth masih menikmati mandi sorenya. Ia tersenyum hangat, hatinya berterimakasih kepada Tuhan karena berkah ini.

Tangannya cekatan, membuka laci satu persatu untuk menyiapkan makanan. Piring ia lap terlebih dahulu supaya tak ada debu yang menempel, begitupun mangkuk yang ia cuci ulang karena takut debu tersisa. Padahal alat makan itu biasa digunakan Aneth sehari hari.

Lauk siap, ia kemudian membuka aplikasi tiktok untuk melihat tutorial memasak nasi. Jujur, laki-laki itu tak pernah menyentuh dapur selama hidupnya. Wajar jika ia perlu membuka tutorial ketika ingin memasak.

"Ambil beras secukupnya, colokin rice cooker dulu ke stopkontak supaya hangat. Cuci beras tiga kali berbalik arah dari jarum jam. Air seruas jari, kalau bisa panas supaya nasi cepat matang. Gampang juga, gua coba aja biar dia bisa langsung makan." Aksara membaca petunjuk dengan teliti, melakukan semuanya hati-hati tanpa celah sedikitpun. Ia berhasil mencuci beras. Netranya kini beralih ke dispenser untuk menuangkan air hangat. Ia mengukur beras dengan ruas jari terlebih dahulu supaya pas tak lebih dan tak kurang air.

"Beres. Habis itu," ia kembali membuka tiktok untuk mencari lanjutan video memasak nasi.

"Lap bawah wadah supaya tak ada sengatan listrik dengan alasan basah." Aksara mengikuti instruksi, kemudian mengelap dengan hati hati supaya tak tersengat panas dari air dispenser.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang