A²💜61

194 5 0
                                        

Asa-nya Aneth is calling...

"Neth, handphone lu bunyi tuh." ujar Dina yang bersiap tidur, gadis itu sengaja tidur lebih awal untuk pemulihan stamina.

"Oh iya, thanks." balas Aneth yang tengah merapikan gear climbing nya. Gadis itu berjalan ke arah nakas, alisnya sedikit bertaut, tumben sekali Aksara telfon jam sekian.

"Lampunya di matiin aja Din, gua ke balkon bentar angkat telfon." bilangnya. Dina mengangguk, kemudian mematikan lampu dan menyisakan lampu tidur supaya tak gelap gulita.

"Iya Asa? What's wrong? Kok mukanya bete gitu?" Aneth membuka kata. Wajah tertekuk Aksara adalah hal pertama yang Aneth lihat dalam video call.

"Aku ganggu ngga sayang?"

"Engga, kaget aja. Tumben kamu call jam segini." balas Aneth dengan senyum manis.

"Kenapa Asa? Mau cerita?" Aksara mengangguk.

"Aku lagi kesel." tandasnya berapi-api. Aneth terkekeh, lumayan kaget dengan tingkah Aksara. Laki-laki itu memang kadang bersikap manja. Aneth sampai tak habis pikir, bahkan ada kucing yang tidur dibawah ban mobil saja ia laporkan.

"Kenapa sayang?" Aneth menutup mulutnya cepat. Bisa bisanya ia ikut tersetrum dan berucap sayang. Hal tersebut membuat Aksara tertawa.

"Apa? Kamu bilang apa? Coba ulang." pintanya.

"Ngga mau."

"Apa sayang?" goda Aksara.

"Jangan bercanda ih... Ngomong atau aku tutup." Aksara panik.

"Eh jangan. Aku mau ngadu" Aneth tertawa.

"Iya Asa, aku siap denger. Monggo." balas Aneth.

"Monggo itu silahkan ngga sih? Pernah denger Leon ngomong gitu." tanya Aksara dan langsung di balas anggukan dari Aneth. Laki-laki itu tau Aneth lahir di Malang. Jadi tak heran jika gadisnya menguasai bahasa Jawa.

"Aku kesel cutie pie, masa ada setan yang bilang kalau suka Arizka. Mana pas Arizka pertama kali bangun yang di cari setan itu." lagi-lagi Aneth tertawa melihat raut wajah Aksara.

*Kira kira kek gini yaw

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Kira kira kek gini yaw

"Setan?" masih dengan sisa tawanya. Gadis itu mempertanyakan siapa setan tersebut.

"Fadan."

"Hah? Kok bisa?"

"Iya, masa tiba tiba pas Ariz bangun nyariin dia. Emosi lah aku." Aneth makin tertawa. Ia tahu perasaan itu, pasti kesal katika semua orang yang ada di sana menunggu Arizka bangun tapi yang di cari malah orang lain. Tapi ekspresi Aksara benar-benar lucu.

"Gimana coba pas Ariz sadar? Coba cerita."

Flashback on :

Aksara bergegas mengemasi barangnya. Mamanya baru saja telfon dengan berkata adiknya menggerakkan jari. Belum sadar sempurna, tapi ada harapan. Ia berlari tanpa pamit, mencari letak motornya dan bergegas. Tak sadar dari belakang Fadan melakukan hal yang sama. Mereka tanpa sadar kejar kejaran satu sama lain, kadang Aksara duluan karena Fadan terjebak lampu merah, begitupun sebaliknya.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang