A²💜43

681 12 0
                                        

Halooo, sorry ya up ku sebulan sekali, makasiii banyak yang udah stay😭😭

*

Aksara dan Aneth sampai di depan supermarket, tak banyak kata laki-laki itu sigap turun dan membukakan pintu untuk Aneth. Kedua alis gadis itu hampir menyatu, agak aneh rasanya jika Aksara jahat itu berubah sedemikian rupa. Tapi Aneth tetap berprasangka baik dengan menganggap itu adalah balasan rasa terimakasih karena telah merawat laki laki itu malam tadi.

"Thankyou kateyki." ujar Aneth spontan. Aksara sendikit kaget, namun dengan cepat kembali ke raut datar andalannya. Tapi, apa tadi yang Aneth ucap?

"Kentucky?" tanya Aksara penasaran sembari menutup pintu mobil setelah Aneth turun. Refleks gadis itu tertawa.

"Lo beneran ngga tau apa pura pura?"

"Gua kurang peka? Lo laper? Balik deh ayo makan dulu." tawa gadis itu makin pecah, nyatanya memang benar laki-laki di depannya tak tau apa itu kateyki.

"Lo punya tiktok ngga?"

"Ada, tapi jarang gua buka."

"Ohhh pantesan." ucapnya masih dengan sisa tawa. Tanpa di minta, gadis itu segera mengeluarkan handphone dan mengetik sesuatu di kolom pencarian tiktok. Sepersekian detik, video seorang wanita yang di buka kan pintu oleh laki-laki ber-jas hitam sukses membuat Aksara mengangguk-angguk paham.

"Cowok seganteng gua lo samain kaya bodyguard?" Aksara menatap lempeng ke arah Aneth.

"Dih, lu lama lama narsis ya."

"Lah emang gua ganteng." Aneth menahan tawa geli, ternyata sosok badas itu lumayan narsis juga.

"Apa lo, eh gua emang ganteng ya. Beda jauh sama si Kentucky Kentucky itu."

"Kateyki."

"Sama aja." Aksara berjalan masuk ke dalam supermarket dan meninggalkan Aneth sendirian. Aneth melihat punggung laki-laki itu terus menjauh. Lucu, ternyata dia juga manusia biasa yang punya rasa kesal. Entahlah, mungkin Aneth mulai nyaman dengan kehadiran Aksara. Act of service adalah gambaran Aksara saat ini di mata Aneth. Tanpa di minta laki-laki itu menarik troli yang anteng berbaris, kemudian menunggu dirinya menyusul.

Aneth memiringkan wajah menatap raut Aksara yang sedikit cemberut. "Asa masih marah?" laki-laki itu menyatukan kedua alisnya bingung. Perasaan ia yang di tatap, mengapa nama Asa yang keluar.

"Iya Asa, Aksara tu panjang banget lohh... Masa iya gua nyebut Aksara setiap bareng lo. Itu mah pemborosan kata." Aksara masih marah, kemudian melenggang pergi setelah Aneth menjelaskan.

'Asa, lucu banget sih cil. Suka gua.  Padahal dulu dia panggil gua Kara. Bodo, Asa lebih lucu. Tapi stay cool Ksa, lo ketua geng.'

"Itu bocah baperan banget sih." Aneth mengejar kemudian berdiri menghalangi di depan troli.

"Lo marah?"

"Nggak." Aksara berbicara setelah beberapa saat diam. Entahlah, tak tega rasanya lama lama mendiami gadis di depannya. Padahal soal diam mendiami Aksara paling jago selama ini.

"Itu wajahnya masih nekuk. Marah ya?"

"Nggak."

"Marah itu." Aneth membantah.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang