A²💜29

1.1K 25 0
                                        

"Paddock nomor lima, motor warna merah." Ametha bernafas lega, ia berterimakasih dan langsung cepat cepat berlari walaupun kakinya terasa sakit. Setelah kepergian gadis itu, Varo mengetikkan sesuatu pada ponselnya dan ikut pergi menuju tempat sebelumnya di mana banyak anak anak Araster yang berkumpul.

~~~~

Aneth mengendap-endap masuk pada bagian belakang paddock, ia sengaja lewat jalur tersebut agar tak ada seseorang pun yang menghadangnya. Aneth aman, ia semakin yakin kalau teman teman Aksara pun tak ada yang tau jika paddock Araster tengah kebobolan oleh Tigeral.

"Tujuan lo cuma satu, selamatin Aksara. Jangan sampai identitas lo kebongkar. Dan kaki, tolong tahan sakit bentar ya. Habis ini gua bakal minta bi Rumi buat panggil tukang urut lagi." monolognya pada diri sendiri, membentangkan niat agar tujuannya tercapai dengan mulus. Aneth melepaskan topi dan masker yang menutupi wajahnya, menggulung rambut dan segera memasangkan helm. Gadis itu dengan leluasa naik ke atas jok ninja merah milik Damian, menyalakan mesin dan memasukkan gear pada gigi satu adalah hal yang ia lakukan, kemudian menerobos keluar dengan kecepatan tinggi hingga salah satu teman Aksara tersadar dan mulai panik. Mereka saling bersorak memaki karena telah kecolongan, ada beberapa yang langsung masuk kedalam paddock dan meneliti apakah ada barang yang hilang, dan ternyata benar. Motor Damian lah yang di bawa.

Tersadar ada sebuah kehebohan di tempat teman temannya. Varo kembali dengan gamang, ia jadi semakin penasaran dengan pernyataan gadis itu jika Aksara memang dalam bahaya, untung saja ia sempat mengarahkan orang-orang papanya untuk memeriksa tempat yang Aksara pijaki, andai paddock dan parkiran berdekatan sudah di pastikan Varo menyusul, andai juga dalam paddock masih ada motor, mungkin ia akan menyusul ke jalur balapan.

"Ada apa Dan?" tanya Varo pada Fadan yang masih menatap tajam dalam paddock.

"Ada orang ambil motor Damian, sekarang lagi nyusul ke balapan." jelas Fadan tak ada yang di tutupi. Varo tertegun, gadis itu memang di luar nalar, bisa bisanya membuat kekacauan pada tempat yang terbilang cukup bahaya.

"Lo tau siapa?" tanya Damian.

"Orang yang ambil motor Damian itu cewek yang ada di mobil Aksara, dia bilang kalau Aksara dalam bahaya." tutur Varo, Fadan langsung menoleh namun guratan kaget sama sekali tak ada dalam mimik wajahnya. Ia yakin, bahwa kejanggalan ini adalah ulah Tigeral.

"Bisa bisanya di saat kek gini lo diam aja, kalau sampe Aksara celaka gimana woi! Apalagi dia cewek, bisa juga dia suruhan Tigeral buat celakaain Aksa." cerca Samuel yang mendengar pernyataan Varo, ia mencengkeram kerah hoodie yang Varo pakai. Memang dalam core member yang paling cepat terpancing emosinya adalah Samuel.

"Sam. Kalem dong, jangan langsung gini." kata Leon yang datang melerahi bersama Damian.

"Tapi lo yakin? Itu cewek men." tanya Samuel lagi, bedanya dengan suara kalem, bukan ngegas seperti sebelumnya.

"Awalnya gua nggak yakin, tapi setelah gua liat dia nampar Anthony, gua jadi yakin sama tuh cewek." papar Varo menjelaskan.

"Anthony?"

"Anak Tigeral yang lo ajak sparing skateboard minggu lalu Dan, masa lo lupa?" ujar Damian langsung di anggguki oleh Fadan. Padahal Anthony termasuk orang yang kuat dalam segi fisik, hebat juga kalau seorang perempuan bisa menamparnya.

"Gua udah telfon orang-orang bokap. Kita tunggu aja kabar dari mereka." ujar Varo langsung di angguki core member lain.

"Jangan ada yang tau hal ini, cukup kita aja dulu." sambung Damian yang lagi lagi di angguki oleh anggota lain. Semua kembali pada posisi, karena Damian menginstruksi agar tak memikirkan motornya yang entah di bawa siapa. Bahkan Albern, Gani, Zito dan Prama yang tadinya ikut andil tentang motor Damian mendadak sekarang tengah mengabsen seluruh isi kebun binatang karena sinyal dalam sirkuit mendadak jelek, padahal mereka tengah sama sama push rank.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang