Thaksa kembali up wkwkwk
Jika banyak typo usahakan comment.
Komen lah sebanyak banyaknya jika itu masih membuat semangat author meningkat.
Happy reading and selalu happy untuk yang daring.
Wkwkwkwk.
**
"Ya ampun ya ampun ya ampun Neth. Itu beneran lo tadi berangkat sama kak Aksa?" tanya Naisa antusias saat Aneth baru saja duduk di kursinya. Namanya booming setelah insiden tadi pagi.
"Gua nggak halu kan Neth? Lo bener di bonceng sama kak Aksa?" kali ini Raliya yang bertanya sembari mengeplak ngeplak jidadnya, mengecek apakah ini hanya halusinasi atau tidak.
"Neth__"
"Iya gua, puas?" Aneth kepalang kesal dan langsung menjawab jujur pertanyaan teman temannya lalu menyembunyikan wajah di lipatan tangan.
"Puas banget, kita harus dukung kapal ini berlabuh." Raliya menjawab.
"HELLOW YANG BENER AJA, LO BONCENGAN SAMA CASANOVA SEKOLAH?" Naisa berteriak histeris.
"Is, mulut lo." Diara menimpali.
"Hehe, maap sayang. Girang ini."
Flash back on
Deru motor klx berwarna orange hitam itu mendominasi garasi besar di kediaman Wijaya. Kali ini terpaksa Aksara harus memakai klx karena semalam ninja nya ia tinggal dalam basemant club.
"Dasar pamer." cemoh Aneth bersiap membuka mobil. Ia berusaha sekuat tenaga menarik pintu mobil dengan kelima jari. Tapi nihil, usaha itu tak mempan. Ya jelas lah, orang mobilnya di kunci mana bisa di buka coba.
"Otak sebiji belagu." savage, sungguh membuat Aneth sesegera mungkin ingin menjahit mulut lemes nylekit milik Aksara.
"Itu mulut apa rambut sih? Nyinyir banget minta di sisir." Aksara turun dari motor menghampiri gadis cantik di depannya, tanpa izin sang empunya tangan, Aksara meraih tangan kanan Aneth dan menempelkannya di bibir. Yang namanya wanita jika dengan tiba tiba di perlakukan seperti ini pasti kaget sekaligus nervous, apalagi kalau cowoknya secogan ini, huha meresahkan bund. Sama halnya dengan Aneth yang sedikit demi sedikit mulai kelabakan. Dan anehnya, sekarang hati ini tengah jedag jedug seperti efek instagram 2021.
"Berisik." cibir Aksara menggigit jari tangan Aneth pelan. Jujur, hati bekunya sedikit menghangat dengan perlakuan gadis gila itu. Selama ini, semua gadis yang ia temui hanya akan mengeluarkan kata kata manis dan menatap dengan pandangan memuja jika berhadapan dengannya, tapi lain dengan gadis yang satu itu. Sifatnya lain, semua yang terlihat di mata Aksara atas tingkah gadis itu adalah real. Tak ada raut kenaifan di parasnya yang mirip gadis gadis lain pada umumnya, gadis lain hanya akan mengejar dan menggoda Aksara saja, tapi kenapa dengan gamblang gadis di ddepannya malah bertingkah sebaliknya?
"Awsh.. Sakit gila." umpat Aneth kesal. Enak saja tanganya di gigit. Aksara sempat terperanggah karena gadis ini dengan berani mengumpatinnya. Sungguh tak terduga.
KAMU SEDANG MEMBACA
THAKSA
Fiksi UmumFOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎ INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT! Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
