A²💜37

910 13 0
                                        

Lanjutannya..

*

"Call Aksara samudra Wijaya." titah Aneth ketika selesai menyimpan kontak manusia berotak batu itu dalam ponselnya, otomatis mobil menerima perintah dan menelfon.

"To the point." suara berat Aksara di seberang berhasil membuat bulu kuduk Ametha seketika meremang. Manusia ini memang unik.

"Rumah sakit Arthawijaya, adek lo menuju ke sana."

*

"Ada info apa?" tanya Alvaro yang posisinya persis berada di sebelah Aksara.

"Arizka ketemu."

"GUA NEMU BERCAK DARAH DI GUDANG!!" lantang Roni, salah satu anggota Araster. Aksara menoleh cepat.

"Jangan lo apa apain. Tunggu tim papa gua dateng. Nanti biar mereka yang urus."

"Oke Ksa."

"CORE MEMBER IKUT GUA. YANG LAIN, CARI BUKTI DAN SELIDIKI SEMUA GEDUNG SEKOLAH!" garang Aksara bersiap menaiki motornya.

"LAKSANAKAN!" balas Araster serentak, kemudian bubar setelah Aksara dan core member lain lenyap di telan hamparan jalan raya.

"Buset, si Aksa kalo dah gini nyeremin juga ya." kelakar Samuel di jok belakang. Leon mengeplak helm teman yang duduk di belakangnya cepat cepat.

"YA TUHAN BEGO SEKALI SETAN DI BELAKANG KU INI!" teriak Leon dengan suaranya terendam bising kendaraan namun masih terdengar oleh Samuel.

"Mulut lo!" sarkas Samuel geram.

"Ya gimana ngga marah Sam, Arizka itu satu satunya sodara dia yang masih idup. Apalagi kemaren kemaren Arizka keukeuh banget seantero sekolah ngga boleh tau kalo Aksara kakaknya." Leon menghela nafas dalam. "Dan akhirnya Aksara kecolongan, kejadian kek gini yang harusnya ngga pernah terjadi malah kejadian." Samuel merenungi ucapan teman di depannya. Tak lama laki-laki itu memukul helm Leon dua kali.

"SAKIT EGE!" teriak Leon menjauhkan kepalanya dari tangan Samuel.

"Tumben lo pinter, makan apa semalem Le?"

"Makan gorengan ketek Vrindapan." balas Leon asal.

"Gua mau cob__ gila, sakit lu? Hoekk." Leon terbahak. Sisi gelap Samuel, laki-laki itu lola.

"Makannya, loding jangan lama lama." tandas Leon cepat.

"Bacot lu." balas Samuel sembari meng absen satu persatu nama hewan di kebun binatang namun suaranya teredam oleh ramainya jalan.

"Dih tantrum." kelakar Leon dengan tangan kirinya yang otomatis menggeser lampu sent karena rumahsakit sudah di depan mata.

"Sam, turun woi!"

"Lah, cepet amat." Leon mematikan mesin motor.

"Buruan ege! Yang lain udah masuk."

"Ya elah, santai." jawab Samuel tak menghiraukan ucapan Leon.

"Serah lu, masuk dulu gua."

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang