FOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎
INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT!
Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
Tapi boong, aku cinta menulis. Aku lanjut lah mumpung libur kuliah. Pengen cepet-cepet ganti, bosen nulis Thaksa ❤️🩹
**
"Iya Diara, ini udah di apartemen. Ngga mabok, sumpah engga. Lo tidur deh, gua sehat bugar ini."
"Bener ya, awas aja lo bohong. Pokoknya besok harus cerita semua di kelas. Ato gini deh, gua ke apartemen lo sekarang ya."
"Jangan gila deh, ini jam setengah dua belas malem Diara. Lagian jaraknya juga jauh dari rumah lo. Besok aja."
"YA GUA GILA JUGA KHAWATIR KARENA LO ANETHA." Aneth tertawa riang.
"Hehe, iya maaf. Besok cerita deh janji."
"Ya udah, gua tutup telfonnya. Lu tidur dah. Sleep easy."
"Sleep easy Diara, good night." telfon terputus. Aneth menghela nafas lega. Selang beberapa detik, gadis itu mencium bau gosong dari arah dapur. Buru-buru ia berlari untuk menyusul sumber masalah.
"Hai cutie pie?" sapa Aksara hangat namun pandangan tetap fokus ke teflon, refleks Aneth menahan tawa karena melihat muka cemong Aksara dan telur yang gosong.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu kalo mau ketawa, ketawa aja." gelak tawa jelas terpatri diwajah cantik Aneth. Gadis itu berjalan ke arah samping kulkas untuk mengambil tisu basah. Benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa telur gosong di panci stainless. Ia menatap Aksara pias dengan tawa yang masih tersisa, tangannya terulur untuk membersihkan kotoran di pipi Aksara tanpa sang empunya wajah minta.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo kalo ngga bisa masak ngomong Asa." gelaknya kemudian membuang bekas tisu ke tempat sampah.
"Puas banget ya ketawanya. Ngga mau bantuin calon pacar yang kesusahan." Aksara tersenyum dengan kepala yang sedikit miring ke arah Aneth.