FOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎
INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT!
Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
Hai Ooollllllll... Bener bener ya, part ini panjang bet wkwk. Janlup follow ig aku @lutfianrrh Wp nya juga ya.. Xixi Happy Reading 🙃
***
Area parkir bandara teramat ramai dipenuhi kendaraan. Banyak mobil terus keluar masuk tanpa henti. Tak mau kalah, suara koper bergesekan dengan lantai terus mendominasi dan klakson pendek sesekali terdengar dari kejauhan.
Bersamaan dengan suara suara riuh itu. Mobil hitam Aksara masuk perlahan ke area parkir premium. Aksara bersandar sebentar di kursi kemudi sembari melepas sabuk pengaman. Ia menghela nafas panjang. Netranya melirik jok samping guna memastikan ponsel, dompet dan ranselnya ada.
Cklek.
Pintu mobil terbuka. Hawa panas langsung menyambut wajah Aksara. Laki-laki itu keluar dengan santai, satu tangan menutup pintu mobil sementara tangan lain menekan tombol lock sampai lampu mobil berkedip dua kali. Penampilannya sederhana. Kaos hitam yang jaketnya disampir tangan, cargo abu gelap dan gelang hitam yang mendominasi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langkah demi langkah terus Aksara susur. Tenang tapi pasti, sampai akhirnya ia berhasil masuk kedalam bandara. Udaranya lebih dingin daripada yang tadi. Tempat yang disebut bandara ini penuh dengan suara pengumuman penerbangan.
Aksara melirik layar keberangkatan sekilas, sebelum berjalan menuju area tunggu dekat check in gate. Matanya menatap sekeliling, ia kaget. Tumben sekali teman-temannya telah sampai. Padahal biasanya ngaret. Leon selonjoran sambil main game di handphone, Samuel duduk santai dengan headset menggantung di leher, Fadan yang tak pernah lepas dengan buku. Sementara Varo tertidur dengan hoodie menutupi setengah wajahnya.
Aksara berhenti tepat di depan mereka.
"Tumben kalian cepet. Perasaan baru jam dua lebih." ujar Aksara.
"Berkat gua Ksa. Makannya kroco kroco ini ngga ngaret." kata Samuel sombong.
"Crewet lu setan." maki Leon tak suka. Padahal yang sedari tadi drama adalah Samuel. Aksara terkekeh.
"Damian mana?" tanya Aksara.
"Beli kopi. Tuh..." jawab Fadan menunjuk Damian dengan dagunya. Terlihat laki-laki itu datang dengan segelas americano.
"Kan, gua bilang juga apa. Dateng." Leon mendongak cepat ketika mendengar suara Damian. Aksara dan Damian ber tos ria.
"Dateng lah. Mau lihat cewek gua tanding." balas Aksara sok.
"Eleh... Tadi aja uring-uringan ngga jelas." sindir Samuel langsung dibalas gelak tawa teman temannya.
"Cepet kan gua antri kopi." sombong laki-laki itu.