Oke guys...
Aku akan kupas tuntas siapa Alber, Gani dan Alfaska tentunya...
Stay toon :')
***
Ardian gani, panggil saja Gani, gans, ganiat, atau apalah terserah kalian. Gani adalah teman masa kecil Alfaska, Kakak Aksara yang meninggal. Oh iya, sebelumnya apakah kalian pernah bertanya tanya siapa Alfaska itu? perkenalkan. D'alfaska samudra wijaya, panggil saja Alfa. Jika kalian menduga itu kembaran Aksara, jawabannya adalah salah. Ia kakak Aksara, kurang lebihnya selisih dua tahun. Sama dengan Arizka dan dirinya. Alfaska tiada dengan begitu tragis tepat saat malam ulang tahun Aksara, dan Alber? Ia adalah tangan kanan Alfa setelah Gani. Albern dextranic. Panggil saja Alber.
Flash back on:
2 tahun silam...
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday, happy birthday to you." suara keluarga besar Aksara mengalun merdu di pendengarannya. Hanya keluarga, tanpa ada teman teman. Alasannya, Aksara tak suka rumahnya terlalu gaduh, padahal hanya karena acara ulang tahunnya yang terbilang sangat sepele.
"Ayo dong Aksa, tiup lilinnya." ucap Alfi yang melihat putra nya malah celingukan. Aksara tak bergeming, ia tetap setia celingukan mencari kesana-kemari seseorang yang menjadi alasan ia mau mengikuti acara ini.
"Aksa." tak ada sahutan.
"AKSA SAYANG." ucap Alfi, kali ini lebih keras dari sebelumnya. Aksara menoleh.
"Sorry ma." balasnya.
"Aksa, kok kamu ngelamun. Itu lilinnya di tiup dong." gumam Alfi yang di balas gelengan pelan Aksara.
"Tunggu Alfa." katanya memberitahu. Alfi mengangguk. Sebenarnya hati itu juga resah, jarang sekali Alfaska terlambat di acara acara keluarga seperti ini. Apalagi ini menyangkut salah satu adiknya.
"Ma, itu kenapa Aksa lilinya nggak di tiup?" tanya Andhi yang berada di sebelah Alfi dan tengah berbincang dengan saudaranya, alias paman Aksara.
"Alfa belum datang." balas Alfi berbisik.
"Bisa biasanya Alfa belum datang, dia mau bikin papanya malu!" geram Andhi yang mendengar penuturan istrinya.
"Pa, mungkin di jalan lagi macet, kan juga Alfa ada les kejuruan. Papa sendiri kan yang nyuruh dia untuk nggak bolos. Lagian, sebentar lagi kan Alfa mau kuliah di luar negeri, mungkin dia pamitan sama temen temennya." nasihat Alfi meredam emosi Andhi. Andhi mengangguk faham, lalu memberitahu semua orang lewat mikrofon yang ada di depannya.
Sementara di lain tempat, Arizka yang baru ingin turun dari kamarnya mengernyitkan dahi heran kala melihat kamar kakak keduanya masih terbuka, ia berinisiatif ingin menutupnya. Namun ada suatu hal yang dari tadi terus berbunyi, mau tak mau, gadis itu harus mencari arah sumber suara. Ketemu, ternyata handphone Aksara.
Alfaska is calling...
"Abang? Gua kira bang Alfa udah di luar, ini kenapa dia pake vidio call segala." kata Arizka bermonolog. Tanpa izin sang pemilik, ia menggeser tombol di tengah ke arah tombol yang berwarna hijau.
KAMU SEDANG MEMBACA
THAKSA
Fiksi UmumFOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎ INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT! Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
