A²💜8

1.8K 37 0
                                        

Spam part ini ya guys...

Happy reading buat klean semua😅😅

**

Tok tok tok

"Masuk, nggak saya kunci." titahnya dengan nada malas. Pintu kamar terbuka, menampilkan ruangan yang nampak sederhana namun megah bila dipandang kalangan menengah kebawah, beberapa bingkai foto terpampang jelas di bagian kanan dinding. Ada dua jendela di sisi kiri kanan juga sofa kecil di depannya.

"Maaf nona, ada teman teman anda."

"Suruh mereka masuk, anda boleh pergi."

"Demi doraemon gundulin kepala nobita. Kamar lo gede bener. Kamar gua sih juga gede, tapi perasaan nggak segede ini." ungkap Naisa kagum. Aneth yang sedari tadi tiduran di atas kasur pun beranjak dari posisinya dan tersenyum ke arah Naisa. Memang selama ini Raliya dan Naisa belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di rumah Aneth, hanya Diara sajalah yang tau dengan alasan gadis itu adalah teman Aneth sedari kecil. Bahkan saat ada tugas kelompok, biasanya mereka akan mengerjakan di rumah Naisa ataupun Raliya. Dan lebih parahnya lagi, biasanya Aneth hanya akan terima beres tanpa ikut andil dalam pengerjaannya. Gelap🗿

"Biasa aja kali." srenggah Raliya.

"Kalo mau, tidur aja sepuasnya di sini." sahut Aneth menepuk nepuk kasur di sampingnya. Seketika Naisa langsung berlari dan tiduran di kasur yang jelas sangat empuk itu. Memang dari ke tiga temanya yang paling aktif dan heboh adalah Naisa, paling kalem si Diara, dan Raliya menduduki posisi paling bar bar, sedangkan dirinya di cap pendiam. Tapi sekali ngomong langsung pedes kek ayam geprek tetangga.

"Ngapain kalian rumah gua?" kata Aneth bertanya. Tuh kan, ngomongnya langsung grecep aja.

"Buset, kalo ngomong gitu banget." cibir Naisa yang langsung bangun dari acara tidur tidurannya.

"Masa lo lupa sih Neth, ah nggak konsisten banget. Nanti kan ulang tahunya Damian." umpan Raliya sedikit memancing pemikiran Aneth agar mengingatnya.

"Terus." balasnya dengan tampang tak punya dosa, sontak Diara menepuk jidat Aneth pelan. Aneth berdesis lalu meraba jidadnya. Aneth ini pura pura nggak tau, apa memang nggak inget sih?

"Biar lo sadar." sangkal Diara yang tak mau di amuk oleh Aneth.

"Gimana kalau kita dandan di sini aja, berangkat sama pulang juga bareng." tawar Raliya mewakili Naisa dan Diara. Sengaja mereka tak membawa mobil masing masing karena berniat meminta Aneth membawa mobilnya.

"Ferrari gua cuma muat dua orang."

"Pake Mazda aja."

"Oke."

"Gua sih fine fine aja. Lo lo pada juga udah bawa baju kan?" balas Aneth yang di angguki pelan teman temanya. Aneth berdiri, berniat membuk pintu yang masih ada di dalam kamarnya, sementara ketiga temanya hanya mengekor karena memang tak tahu di dalam pintu itu isinya apa. Kira kira di kamar Aneth terdapat tiga pintu, pintu pertama bisa di sebut pintu utama, karena berada paling depan dan kalau di buka akan langsung bisa keluar menuju kamar lainya. pintu ke dua berisikan bathroom dan pintu terakhir akan ada ruangan khusus pakaian, sepatu, tas, dan alat kebutuhannya, semua lengkap dan sudah di sediakan Leksmana khusus untuk putri semata wayangnya ini.

 pintu ke dua berisikan bathroom dan pintu terakhir akan ada ruangan khusus pakaian, sepatu, tas, dan alat kebutuhannya, semua lengkap dan sudah di sediakan Leksmana khusus untuk putri semata wayangnya ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang