A²💜59

460 9 0
                                        

Aneth mengemasi barang bawaannya satu persatu. Koper yang disediakan sekolah lumayan besar. Cukup untuk disisihkan separo sebagai wadah oleh-oleh. Matanya melirik jam weker yang ada di nakas, pukul enam pagi. Kemaren malam ia menangis sampai tertidur, bangun bangun badannya tertutup selimut dan terbaring nyaman diatas kasur. Mungkin Aksara yang mengangkatnya.

"Dia ngechat ngga ya?" monolog Aneth membuka satu persatu room chat.

"Hihi, lucu banget

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hihi, lucu banget. Ketua geng childish. Dia gini juga ngga ya ke temen-temennya?" Aneth bergumam. Tangannya fokus memegang kamera, berniat mengirim selca.

Baru selesai berfoto, orang yang ingin dihubungi mendadak telfon.

"Pagi cantik."

"Pagi Asa."

"Tidurnya nyenyak?"

"Banget, aku sampe kaget kenapa bisa bangun-bangun udah di kasur." terdengar dengusan diseberang.

"Kamu keenakan nyender sampe tidur. Aku ngga tega bangunin."

"Makasii Asa, gendongan kamu mantap. Aku ngga berasa keganggu." tawa renyah terdengar.

"My pleasure cutie pie."

"Emmm.... Kamu hari ini sekolah?"

"Iya, ujian simulasi terakhir. Minggu depan ujian kelulusan terus tes masuk kuliah."

"Oh iya? Ini kalo kamu di depan aku pasti lihat aku melongo."

"Hahaha... Jadi pengen kesana."

"Hihihi..."

"Agenda kamu apa sayang?"

"Aku ya? Abis ini cari sarapan. Terus sekitar jam 10 ke sekolah, tikum disana. Ke bandaranya naik hiace. Katanya sekolah nyediain hampir 5 biar ngga sempit." bisik Aneth di akhir. Aksara kembali tertawa.

"Kamu ngga usah bisik bisik, ngga ada yang denger."

"Hehe"

"Mau di temenin sarapan?"

"Boleh, tapi sarapan dimana?" Aneth bertanya.

"Emm... PA.SO.LA? The cafe? Spectrum?"

"Ish, kebiasaan. Masih SMA uangnya ditabung, jangan di buat ke tempat fancy. Makan nasi uduk aja." Aksara melotot diseberang. Pacarnya memang unik. Pergi ke restoran seperti itu tak akan membuat dompetnya menangis.

"Kamu serius?"

"Sepuluh rius."

"Oke kalo gitu di warung kang Vay aja. Nasi uduk nya enak. Khas Surabaya."

"Seriusan? Kamu tau ngga, biasanya pas liburan panjang aku ke Malang. Sebelumnya ke Surabaya dulu buat hunting jajan dan makan nasi uduk. Oke Asa, aku ngebut."

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang