A²💜68

78 6 0
                                        

Last parttt Bali sebelum mereka pulang ke JKT.
Manips mereka gua edit pakek AI mpruyy, jadi imzinn gua tutupin karena aneh banget wajahnya😶‍🌫

**

Sorak sorai riuh penonton memenuhi venue, nama Aneth baru saja dipastikan lolos ke babak final. Gadis itu melepas harness pelan dengan nafas yang masih memburu. Keringat membasahi pelipisnya, sementara kedua telapak tangan terasa sedikit bergetar akibat adrenalin yang belum sepenuhnya turun. Belum sempat berjalan jauh, suara yang begitu dikenalnya memanggil dari arah tribun.

"ANETH...!" Aneth menoleh mendengar teriakan itu. Ah... Nampak Dina dan lainnya tengah tersenyum bangga.

Terlihat Leon berdiri paling depan dengan melambaikan kedua tangannya tinggi-tinggi. Di sampingnya, Samuel, Varo, Damian, dan Fadan ikut bertepuk tangan. Dina dan Dimas pun tak kalah heboh. Aneth tersenyum, ia kemudian berjalan pelan menghampiri teman-temannya.

"Gila, keren banget lo barusan!" seru Dina dengan mata berbinar. Aneth tersenyum manis.

"Serius," sambung Dimas. "Tadi gue sampe refleks berdiri pas lo hampir miss." Aneth tertawa kecil.

"Gua tadi juga panik banget kak." adu Aneth antusias.

"Nah kan," ujar Samuel sambil menunjuk wajah Aneth.

"Masih mending sih, tuh muka Leon tadi hampir mirip kek orang nahan berak." Semua langsung tertawa ketika Samuel berkata demikian.

"Enak aja lu. Tampang gacor mirip artis china gini lu bilang nahan berak." Leon tak terima dengan ucapan Samuel tadi.

"Artis china. Disandingin sama miper aja lu kalah telak." Samuel tak terima. Terjadi perdebatan kecil yang seru.

"Bilang aja lu iri mpruy."

"Udah... Malu di lihat orang met." lerah Varo. Laki-laki itu kini berdiri ditengah Leon dan Samuel.

"Kaki lo ngga sakit kan?" khawatir Dina cepat.

"Aman itu keknya." srenggah Dimas cepat. "Gue udah bilang ke mereka, 'Tenang aja, Aneth mah aman.' Padahal dalam hati gue... ya Allah, jangan jatuh, jangan jatuh." imbuhnya cepat.

"Munafik banget lu," timpal Leon yang langsung disambut gelak tawa.

"Lo keren Neth." puji Fadan cepat.

"Iye, bangga gua sama lu." tambah Damian. Kalimat singkat itu justru membuat senyum Aneth semakin lebar. Fadan mengangguk setuju.

"Oh iya, dapet salam dari Raliya. Katanya semangat, jangan lupa traktirannya kalau menang." Damian memberitahu. Aneth tertawa. Gadis itu kemudian mengangguk setuju.

"Kalo menang kita semua makan makan di rumah deh." ujar Aneth.

"Wasekkkk..!" Leon tiba tiba berteriak. Refleks Varo membungkam mulut lantam laki-laki itu karena banyak yang menoleh.

"Lagi kumat dia bli, mas, kak. Maafin temen saya." Varo meminta maaf, sementara Leon melotot horor. Bisa bisanya wajah setampan ini di katai kejiwaannya kumat. Aneth memandang sekitar, suasana hangat itu perlahan mengikis rasa tegang yang sejak tadi memenuhi dadanya. Ia merasa jauh lebih tenang.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang