Tetap semangat jalani hidup....
author up lagi setelah sekian lama hilang tak ada kabar seperti crush🤣
Tetap stay nunggu author up ya kawand...
Oiya btw yang udah vaksin siapa?
Coba tunjuk tangan.
Happy reading
And always happy all...
Tarikan ke atas membentuk lengkungan manis itu adalah awal kebahagiaan yang selama ini gua cari.
_Delaksara Wijaya
**
Sudah sekitar satu jam Aneth membenamkan kepalanya di lipatan tangan yang ia taruh di atas meja. Kali ini gadis itu kembali mencari posisi nyaman dengan mengeser geserkan kepalanya. Mumpung jamkos apa salahnya tidur? dari pada ghibah kan mending molor. Kata itulah yang akan dia katakan jika teman sekelas nya ada yang tanya. Tapi untungnya sampai sekarang belum ada yang berani.
"Neth bangun, bu nonon nyariin lo." teriak Naisa berbaur dengan suara ricuh seisi kelas yang tengah konser dadakan menyanyikan lagu sungguh senang nya pengantin baru. Ada juga yang tengah menyalimi kedua tangan pasangan yang menjadi pengantin dadakan. Cosplay waktu SD dulu.
"Kok nggak bangun bangun sih Is?" tanya Raliya yang ikut nimbrung inggin mengerjai Aneth.
"Yee.. Pantesan. Orang kupingnya aja di sumbat pakek earphone." gumam Naisa seketika tepok jidad. Dengan hati hati Naisa melepas earphone berwarna putih itu. And the boom 💥💥.
"ANETH BANGUN WOI DI CARI BU NONON!" bak suara petir yang menggelegar. Dengan muka jutek andalannya Aneth terbangun dan langsung berdiri memasang kuda kuda siap tempur. Tawa teman teman isengnya pun pecah, seketika raut jutek bercampur kaget itu malah semakin di tekuk.
"Suara lu bisa di kecilin dikit nggak? Pengang kuping gua!" garang Aneth seketika ngegas. ya mana nggak ngegas. orang lagi mimpi ketemu Alan Walker di konser ehh malah di kagetin, buyar kan mimpinya.
"Siapa suruh di panggil situ nggak nyaut." balas Naisa membela diri.
"Tadi lo kata gua di cari bu Nonon, mana? Perasaan gua nggak ada salah." kali ini Aneth melunak, takut suaranya terdengar oleh bu Nonon. salah satu guru killer pengajar materi sejarah Indonesia di SMA nya.
"Tapi boong." kata ketiganya serempak, udah kaya pemandu sorak aja.
"Kampret. Terus kenapa bangunin gua?" menatap nyalang Naisa, Diara, dan Raliya bergantian.
"Gua tuh lagi ngipi di undang Alan Walker, ehh lu bangunin. Pakek sebut nama bu Nonon lagi." dengus Aneth kesal. Masih dengan sisa tawa recehnya Naisa mulai mengeluarkan suara mercon Andalanya.
"NGIPILO JAUH BENER WOI!" teriaknya lagi lagi pas di kuping Aneth. Aneth memejamkan matanya sekejap.
"Sabar Neth, temen lo setan semua." ucapnya dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
THAKSA
Fiksi UmumFOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎ INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT! Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
