A²💜34

1K 16 0
                                        

Happy Reading Wpia💜
Sengaja di samarin RS nya ya🙏🏼

**

RS ARTHAWIJAYA
08.15 AM

"Udah siap?" tanya Maria pada cucunya sembari tersenyum ramah.

"Of course." balas Aneth begitu senang. Akhirnya momen yang ia tunggu tunggu dapat terwujud dengan sangat mulus. Setelah ini, tak akan ada orang-orang yang dapat mengganggunya, tak akan ada orang-orang yang dapat memperlakukan dan mengaturnya seperti napi dalam penjara, dan bebasnya lagi. Gadis itu tak akan melihat sebegitu menyebalkan-nya wajah Laras dan Afinda. Bukankah akhir yang indah?

Pintu kaca dibuka perlahan, nampak seorang pria paruh baya dengan stelan jas yang menambah kharisma nya tengah berdiri mematung didepan pintu sembari menunggu reaksi cucunya atas kedatangan sang kakek.

"OPA" girang Aneth lansung turun dari brangkar, ingin memeluk laki-laki tua yang beberapa bulan ini belum sempat ia temui. Benar saja, reaksi yang begitu mengemaskan berhasil membuat Lamoda yang notabene-nya jarang tersenyum, kini tengah menampakkan deretan gigi yang masih lengkap walaupun umur sudah tak muda lagi.

"Awsh." rintihnya ketika kaki yang memar berbenturan dengan ubin rumah sakit, rasa nyeri dan ngilu tengah beradu, walaupun tak sesakit sebelumnya. Lamoda yang mengetahui bahwa cucunya kesakitan segera bergegas untuk menangkapnya agar tak jatuh. Pria paruh baya itu tersenyum lega dan memeluk Aneth penuh sayang. Pelukan itu terlepas.

"Apa kabar sayang?"

"Baik, lebih baik lagi pas opa datang." Lamoda tertawa senang, cucunya memang pintar mengambil hati.

"Oh begitu, jadi tadi sama oma nggak bahagia?" ucap Maria pura-pura tak senang. Aneth memalingkan wajah pada neneknya.

"Omaaaaa, jangan gitu dong." kini Maria lah yang tertawa, "Iya deh, oma yang salah."

"Omaa." rengek gadis itu lagi dan lagi, beginilah Aneth, amat sangat manja ketika bersama kakek dan neneknya, menurut Aneth mereka berdua lebih cocok menjadi ayah dan ibu dari pada kakek dan nenek. Mereka selalu meluangkan waktu walaupun hanya sebentar, tak seperti papanya yang selalu disibukkan dengan pekerjaan dan keluarga baru.

"Cukup cukup, sekarang kita pulang ke apartemen baru kamu, papa dan mama udah nunggu di sana." ucap Lamoda memberitahu, senyum Aneth langsung sirna di ganti dengan tampang lesu nan malas.

"Udah, yuk sayang." ajak Maria sergap sembari merangkul pundak Aneth dan menariknya untuk menjauh dari Lamoda. Barang barang gadis itu juga telah di bawa ke bawah oleh supir sehingga Maria berani meninggalkan suaminya sendirian. Sebenarnya wanita tua itu tau alasan Aneth murung adalah karena ada Leksmana dan Laras hadir di rumah barunya. Namun, rapat rapat semua itu Maria tutupi agar Lamoda tak tau dan tetap membolehkan Aneth untuk tinggal sendirian. Memang, selama ini Lamoda tak pernah tau renggangnya hubungan Aneth dan Leksmana dikarenakan pintarnya Aneth menjaga sikap dengan papanya saat di depan Lamoda, jika sampai kerenggangan itu terjadi, ketahuilah. Lamoda akan sangat marah besar, dan bisa saja semua akses Aneth dan Leksmana akan di cabut. Kaget? Seharusnya tidak, hei. Kalian harus tau, Lamoda adalah pusat tatanan keluarga Aneth. Dan hebatnya lagi, laki-laki tua itu tak akan segan menelantarkan mereka jika membuat nama marga Wirashangga malu.

*

"KALIAN INI, SETIAP HARI BIKIN SAYA PUSIIIING AJA. RASANYA KEPALA PENGEN PECAH." murka pak Berto menghukum kembali Aksara dan teman temannya, alasannya hanya satu. Saat ke-enam laki laki itu di hukum karena ketahuan merokok, pak Berto berpamitan ingin mengajar. Namun apa yang mereka lakukan? Kabur sebelum hukuman selesai dan tak kembali sampai bel pulang berbunyi. Entah kemana, yang jelas hanya mereka yang tau.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang