A²💜9

1.8K 38 0
                                        

Kalau ada typo bertebaran, jangan lupa author di kasih tau😁😁

Happy reading All...

**

Pukul delapan malam mereka berempat sampai ke tempat yang di tuju, Aneth dan yang lainya bergegas turun dari mobil setelah memarkirkan mobil di pekarangan rumah khusus parkir. Pesta yang di buat oleh Damian terletak di salah satu perumahan elite ternama kawasan Jakarta Selatan. Pesta ini mengusung tema outdoor dengan kolam renang yang di sulap sedemikian rupa oleh orang orang yang di pekerjakan nya. Raliya lah yang amat sangat antusias dalam pesta ini. Sampai yang lainya ikut kalang kabut tak jelas karena di gugupi olehnya. Semula, orang orang yang berkerumun kini membelah menjadi dua, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat dengan blak blakan empat sosok yang berbeda dari biasanya. Dominan semua pasang mata lebih tepat mengarah pada Aneth, juga banyak orang orang yang membicarakannya dan itu membuatnya risih. Andai saja teman temanya tak memaksa ia untuk datang. Mungkin kini ia sudah duduk manis di dalam kamar.

'Adkel sekarang mah beda.'

'Itu si Netha kan? Cantik bener euyy'

'cewek judes itu kan, parah parah'

'Cantik bet, damage nya nggak ngotak'

'Mereka adekel primadona itu kan'

'Mimpi apa gua sampe ketemu bidadari'

'Sok kecantikan banget sih.'

'Ihh... muka jelek gitu aja kok di banggain.'

'Cewek cupu aja di banggain.'

'Dasar adekel sok kegatelan.'

'Cantek kali mereka. Dari sma mana?'

'Baghaska lah, ya kali Artangga.'

'Yee, dasar memet.'

'Mentang mentang anak donatur sekolah aja belagu.'

'Bitch sialan.'

'Manis banget.'

'Yang namanya Neth, sok sok an banget sih'

Kira kira seperti itulah bisikan bisikan yang Ametha dengar. Benar benar risih. Gimana nggak risih, di bicarain banyak orang woy, bahkan nggak cuma satu sekolah aja. Si Damian kan anak motor, otomatis temanya kan banyak. Dari sekolah tetangga pula, hadeh mau di taruh mana muka Aneth.

"Neth." panggil Raliya yang berada pas di sampingnya, sedangkan Aneth hanya berdehem tanpa mau meliriknya sama sekali. Dagu nya tetap terangkan dan pandangan tetap ia fokuskan ke depan, serta sesekali melirik ke bawah supaya ia tak terjatuh karena healsnya yang tinggi.

"Senyum kali, jangan di tekuk mulu tuh muka." guman Raliya yang di balas gelengan oleh Aneth.

"Lo nggak denger banyak banget yang di omong." pekik nya pelan.

"Resiko jadi cantik kan emang gitu." balas Raliya masih tersenyum.

"Bisa langsung ke Damian? Risih nih, di lihat mulu kek maling ketangkep polisi." cicitnya. Raliya terkikik geli, sahabatnya ini memang sangat tak suka ke-famous-an.

"Iya, tuh si Damian." tunjuk Raliya karena tadi ia sempat di dada oleh Damian.

Damian berada pas di samping kolam renang tengah berbicara dengan tamu undangannya yang di duga dari sekolah tetangga. Raliya bergegas menghampirinya dengan di ekori Aneth, Naisa dan Diara.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang