FOLLOW DULU SEBELUM BACA☘︎
INTRIK! ANCAMAN! MUSLIHAT!
Hidup dilingkungan penuh sesak membuat ia tak mempercayai siapapun. Kehilangan dua orang dalam waktu singkat membuat hatinya lebih kuat. Mabuk? Balapan? Mencari penghasilan tambahan? Semua ia le...
Dua sejoli yang baru sampai apartemen itu berjalan beriringan, sesekali tertawa senang karena salah satu melempar candaan. Tak jarang banyak pasang mata orang-orang pulang kerja menatap takjub mereka karena saking cocoknya.
Ting
Pintu lift terbuka, mereka bergegas masuk karena waktu semakin menipis. Meskipun rumah sakit tempat mereka bebas jam kunjungan karena milik kerabat, Mereka berdua tetap tak enak dan berusaha secepat mungkin untuk datang.
Ti-ti-tit .... Ceklek
"Sepatunya copot situ aja Asa, tuh di rak ada dua sendal."
'Dia nyiapin sendal buat gua? Berasa kek pacarnya.'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nyiapin sandal?" pertanyaan Aksara berhasil mengalihkan perhatian Aneth dari sepatunya. Gadis itu menatap laki-laki didepannya mantap tanpa ada yang di tutupi.
"Lo sendiri kan yang ngomong bakal sering main, ya udah gua beliin." Aksara manggut-manggut sedangkan Aneth kembali melihat tali sepatunya.
"Selagi gua ngga mabuk, ngga bakal dateng juga kok." Aksara menatap Aneth tanpa ekspresi. Gadis di depannya memang maniak minuman.
"Kamu yang putih apa hitam?" Aneth yang masih fokus menarik tali sepatu sedikit tersentak ketika Aksara berbicara lebih lembut kepadanya.
'Kamu? Aku kamu?'
"Hah? Gimana gimana?" Aneth bertanya sekedar untuk memastikan apakah pendengarannya baik baik saja.
"Kamu mau putih apa hitam?" Aneth semakin melongo dibuatnya. Kamu? Seirusan? Manusia batu di depannya berbicara aku kamu seperti sudah sangat dekat. Padahal mereka baru kenal tiga bulan lalu. Aneth selesai dengan urusan sepatu seketika berdiri, menatap cengo ke arah Aksara.
"Hmm? Kenapa melongo gitu?" Aneth meraba jidad Aksara pelan.
"Ngga panas, ngga hujan juga kok." tuturnya pelan. Aksara semakin bingung dengan tingkah gadis di depannya.
"Kenapa? Gua udah sembuh Neth."
"Nah, ini baru bener. Kenapa tadi mode aku kamu? Biasanya kan lo gua." ujar gadis itu langsung di balas kekehan singkat dari Aksara.