A²💜18

1.4K 33 0
                                        

Happy reading
Maap banyak typo.

Ini lanjutan dari part yang kemaren ya guys....

***

"Nggak bisa, gua yang tentuin." tandas Aksara menyela cepat. Bisa muntah kalau sampai yang di ambil benar benar wine.

"Boleh." balas gadis itu semakin berbinar.

"Yahh, gua terlanjur ambil wine nih." kata Arda kecewa.

"Kalo gitu, kita pakai wine nya aja." selak gadis itu cepat, demi apapun. Tenggorokannya benar benar kering.

"Nggak." tolak Aksara cepat.

"Tsk, ya udah buat gua semua aja." pungkas Aneth benar benar sebal. Sabar adalah kunci keselamatannya saat ini, biarpun ia sudah minum banyak, ia tak boleh sampai lepas kontrol pada mulutnya saat di depan Aksara. Biar bagaimana pun Aksara tak pernah main main jika ada orang yang menjelek-jelekkannya. karena Aneth masih sayang nyawa, jadinya ia harus sedikit bersabar.

"Bilang aja takut." desis nya pelan namun masih terdengar jelas di pendengaran Aksara dan teman temannya.

"Mulutnya pedes." cibir Varo, gemas pada Aneth. Tepatnya mulut gadis itu.

"Si juminten, habis minum kesambet apa sampe bar bar banget? Biasanya anteng anteng aja kalo di sekolah." seru Leon ikut ikutan. Mereka bisa tau karena Damian sering mampir ke kelas atau ke kantin sekedar untuk apel pada Raliya, dan Aneth? Gadis itu akan tetap anteng dan bodoamat dengan kondisi sekitar nya yang terbilang ramai.

"Buset, tu cewek makan apa sih? Mulutnya amit amit." ujar Samuel ikut andil.

"Bacot lo semua." umpat Aksara kesal lalu melangkah menuju parkiran untuk pulang. Moodnya benar benar hancur gara gara gadis sialan itu.

"Bicit li simii." kata Aneth nyinyir sembari meniru gaya bicara Aksara. Menyebalkan sekali, bisa bisanya laki laki itu pergi dari sana tanpa memperdulikan tantangan yang di berikan Aneth tadi untuknya.

"Mau kemana lo Ksa." tanya Fadan yang tengah asik dengan segelas wine nya.

"Pulang." balas Aksara datar tanpa berbalik, lalu melenggang. Untuk turun ke baseman milik bar besar di pinggir kota itu.

"Untung aja lo cewek Neth, bisa mampus kalo lo sejenis kita." ujar Damian ikut greget pada adik kelasnya. Aneth tak ambil pusing, ia lebih tertarik pada dua botol wine yang tadi ia jadikan bahan untuk taruhan dengan Aksara. Berhubung yang di ajak taruhan sudah pergi, ia berinisiatif untuk meneguk dua duanya.

Baru saja ingin menaiki motor, benda pipih dalam saku celana Aksara malah berdering. Sumpah serapah dari tadi telah ia lontarkan. Hari ini adalah hari tersial yang ia rasakan. Pagi tadi harus bermain Volly dengan Andhi, papanya. Bahkan ia harus rela mengorbankan tidur lebih dari jam bangun, padahal semalam ia pulang ke rumah pukul tiga pagi setelah mengantarkan gadis gila alias Aneth. Siang harinya, ia mendapat kabar ada penghianat di Araster. Dan malam ini? Bertemu gadis gila itu lagi. Dengan ogah ogahan Aksara merogoh handphone di dalam celananya, mengeser tombol berwarna hijau lalu meletakkan benda pipih itu di telinga kanan.

Bastian is calling....

"Apa?"

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang