A²💜17

1.4K 30 0
                                        

Hellow epribadehh
Pada nungguin Thaksa up nggak?
Pd banget si author.
Nungguin nggak?
Nungguin nggak?
Nungguin nggak?
Ya moga aja nungguin.
Wkwkwkwk.

Kalau ada typo yang suka kelayapan, jangan sungkan komen ya.

HAPPY READING ALL

***

Pendam sendiri, rasakan sendiri, tak perlu menyusahkan orang lain.

_ANETHA PRAJNAPARAMITHA

***

"Rina, tadi Aneth mau kemana ya?" tanya Laras yang ikut andil mencuci piring setelah selesai makan malam. Rina dan maid lainya sempat heran kepada nyonya besarnya itu, biasanya seorang majikan akan berlaku garang kepada pembantunya, apalagi dengan akses kekayaan dan harta melimpah milik suami. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, pemikiran jelek itu mulai menghilang setelah mereka melihat sendiri sifat asli Laras yang tak membedakan kasta sama sekali. Laras memang memiliki kebiasaan membantu pekerjaan sehari hari di rumah, padahal kegiatannya sudah di cegah oleh Leksmana karena takut istri tercintanya itu kelelahan. Tapi cepat cepat Laras menolak dengan alasan tangannya gatal tak berkutak dengan kegiatan sehari hari.

"Nona Aneth sempat pamit kepada saya, namun nona tak memberitahu tujuannya, juga ia sempat pamit kalau malam ini ingin menginap di rumah ibu Maria." balas Rina sesopan mungkin. Laras hanya manggut-manggut mengiyakan.

"Makasih ya infonya, saya khawatir banget sama Aneth." ucap Laras bergeriming, Rina tersenyum.

"Semangat nyonya. Nona Aneth memang sedikit kaku, masa kecilnya kurang kasih sayang dari ibunya. Nona itu pendiam, kalau bicara selalu irit kata." Rina terkekeh pelan. "Tapi kalau sudah kenal dekat. Nyonya akan melihat perubahan sikapnya." imbuhnya lagi memberitahu.

"Makasih ya Rin. Mau bagaimana pun Aneth sudah saya anggap sebagai anak sendiri, walaupun dia belum bisa nerima saya." balas Laras sendu. Rina hanya menatap majikanya iba, mau bagaimana lagi. Butler itu sangat faham tabiat Aneth seperti apa, jika ia sudah benci terhadap satu orang, selamanya ia akan tetap seperti itu kecuali jika ada seseorang yang bisa mencairkan hati bekunya.

*

Sementara di lain tempat. Gadis cantik bersurai hitam itu tengah asik dengan minuman beralkohol kesukaannya, siapa lagi kalau bukan Aneth. Apakah kalian tahu tempat pelariannya seperti apa? Sudah pasti club jawabanya. Satu gelas whiskey telah ia tandaskan, kali ini ia mencoba hal baru dengan mencicipi wine di gelas ke dua.

"Bas." panggil Aneth pada Bastian. Bastian yang sedang free karena belum ada pelanggan baru pun menghampiri gadis itu.

"Kenapa?" Aneth mendongak karena ia tengah duduk di kursi, sedangkan Bastian berdiri di belakang meja bar. Alhasil posisi Aneth lebih rendah dari yang di ajak bicara.

"Jangan kasih tau Diara ya kalau gua kesini. Please." pintanya memelas. Tangan kanan dan kirinya kini tengah bergabung menjadi satu. Isyarat dari kata memohon.

"Tergantung."

"Ishh, lo tuh paling nggak bisa di ajak kompromi." dengus Aneth kesal. Aneth kembali meneguk minuman beralkohol itu tandas, mengacungkan gelas tak berisi itu ke Bastian adalah hal yang sekarang tengah ia lakukan. Bastian melirik gelas uluran Aneth barusan tanpa mau mengambilnya.

THAKSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang