Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Noeul First

954 62 7
                                        

Dua setengah jam kemudian, mereka berdua duduk di restoran dekat kantor yang dipilih Fort, membuat Boss terkejut dengan keputusannya untuk makan di sana karena mereka selalu pergi ke restoran yang terletak di seberang blok kantor mereka, dan meskipun Boss menyuruhnya memilih tempat, dia yakin Fort akan memilih restoran yang enak.

Boss sangat lapar. Ia melewatkan sarapan karena memberikan perhatian penuh pada iklan yang perlu direvisi ulang, dan jika makanan di sini rasanya tidak enak - setidaknya setengah enak seperti di restoran mereka biasanya makan siang, Boss akan menangis, perutnya benat-benar keroncongan.

Visual restoran tersebut tidak terlalu bagus, jadi dia mulai ragu untuk datang ke sini, tapi Fort masuk dengan senyum bahagia di sampingnya, dan itu membuat Boss merasa nyaman. Dia tahu bahwa Fort tidak akan pernah memilih restoran yang buruk.

" Oh, hai Fort! Udah cukup lama aku nggak melihatmu datang kesini ". Seorang pelayan mungil berambut pirang itu mengatakan dengan gembira ketika dia cukup dekat dengan meja mereka di dekat jendela, senyumnya membuat matanya membentuk satu garis lurus. Boss melihat ke arah Fort dengan pertanyaan diam -kamu kenal dia?- tapi Fort mengacuhkannya dan terus mengawasi wanita itu. Tapi wanita itu tampak masih seperti seorang gadis remaja, mahasiswa terbaik.

" Maaf, aku sibuk ". Fort memberi pelayan itu senyuman dan menyuruhnya untuk memberikan menu pada Boss saja karena dia sudah tahu apa yang hendak dia makan. Gadis itu beralih ke Boss dengan senyum malu-malu dan menu di tangan, rona merah muda mewarnai pipinya ketika Boss memberinya salah satu senyum yang paling mempesona. Boss berterima kasih pada gadis itu dan mulai mencari sesuatu yang ingin dia makan, matanya memindai makanan yang ditawarkan.

" Kalau begitu apa sekarang kamu udah nggak sibuk dan akhirnya kemari? Aku sering melihatmu melewati restoran ini begitu saja ", ucap gadis tersebut pura-pura merajuk. Boss makin bingung dengan 'interaksi' mereka.

" Maaf. Tapi aku sangat membutuhkan masakan Ja hari ini " Fort terkekeh, dan Boss mengernyit saat mendengar nama itu. Sepertinya ia pernah mendengarnya. Boss tidak bermaksud untuk menguping karena dia terlalu sibuk memutuskan apa yang harus dipesan, tapi nama itu menarik perhatiannya untuk alasan yang tidak diketahui. Boss yakin dia tidak kenal orang bernama Ja, tapi nama itu seperti menggantung di otaknya. Kedengarannya tidak asing, jadi ia berkesimpulan mungkin itu salah satu kenalan Fort, dan Boss ingat itu karena Fort pernah menyebutnya.

" Apa kamu sedang stres? Kamu biasanya datang ke sini hanya ketika kamu perlu menjernihkan pikiran. Kurasa keterampilan memasak Ja bisa membuat siapa pun merasa nyaman ". Gadis itu tertawa dan Fort setuju sambil menganggukkan kepala. Si pelayan kemudian beralih ke arah Boss, bertanya apa yang ingin dia pesan dan jika belum dia akan merekomendasikan sesuatu pada Boss. Pria tinggi itu memandangi Fort dengan tatapan memohon untuk memberinya beberapa rekomendasi, karena Fort sangat mengenalnya dan bisa membantu Boss, si picky eater, dari tugas berat memilih menu makan siang.

" Beri kami dua porsi Khao Soi, kemudian Gua Bao dan Gaeng Daeng. Ja sudah tahu lauk apa yang aku suka, jadi katakan saja padanya untuk memberiku apa pun yang menurutnya paling cocok untuk makanan itu. Oh ya, nasi dua " ucap Fort sambil mengambil menu dari tangan Boss, menutupnya dan mengembalikannya ke pelayan.

" Aku tahu kamu akan memilih Gua Bao. Kalau begitu tunggu sebentar, pesanan segera datang ", gadis itu tertawa kecil lalu berbalik dan berjalan menjauh, menghilang di balik pintu yang mengarah ke dapur.

" Siapa Ja? " Boss bertanya saat dia menatap Fort lagi. Dia ingin secara perlahan bertanya tentang Ja ini, tetapi rasa ingin tahunya memenuhi dadanya dan dia tidak bisa menahan pertanyaannya.

" Koki terbaik yang aku tahu. Dan pacar asli First ". Fort tertawa karena mengingat Noeul yang berbohong menjadi pacar First sehingga dia dapat langsung menolak Boss. Tapi tawanya segera hilang, ketika dia melihat wajah Boss. Benar, sang CEO tidak suka Fort membahas itu tiga kali sehari setiap kali dia punya kesempatan, dan ini sudah kedua kalinya hari ini.

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang