" Bagaimana kamu tahu aku sering kesini? ", tanya Boss saat ia duduk, melepas mantelnya juga, menggantungnya di kursi.
" Fort menyebutkannya terakhir kali kami bertemu ", jawab Noeul dan Boss hanya mengangguk.
Mereka terdiam dengan nyaman ketika seorang pelayan membawakan menu, sambil memeriksa dan mencari sesuatu yang menarik perhatian mereka. Sementara itu, Boss memesan teh peppermint untuk mereka berdua, sesuatu yang hangat di malam yang dingin, dan Noeul juga tidak keberatan.
Setelah mereka memesan, Boss mengembalikan menu ke pelayan, dan pelayan tersebut berterima kasih sebelum dia pergi. Boss ingin memulai percakapan dengan Noeul lagi, takut jika keheningan akan membuat Noeul tidak nyaman, tetapi ketika ia melihat pria yang lebih pendek, Boss tersenyum simpul. Noeul sedang mengamati interior restoran itu, memandang setiap detail yang ada.
Untuk sementara, Boss tidak mengatakan apa-apa, hanya menyaksikan kedua mata si brunet yang kesana kemari dari satu sudut ke sudut yang lain. Boss tahu dia tidak boleh menatap pria di depannya terlalu lama, tapi dia tidak bisa berhenti. Noeul terlalu cantik. Tanpa make up, Noeul memang terlihat berbeda, tapi dia masih sangat menarik di mata Boss.
Fort mengatakan bahwa ada banyak orang tampan seperti Noeul di luar sana, tetapi Boss tahu bahwa Fort salah. Ada sesuatu yang istimewa tentang Noeul, tapi Boss tidak bisa mendekatinya dulu sekarang.
Sejujurnya, itu membuatnya takut. Ia sangat ingin membawa Noeul pulang dan membuatnya terkungkung di bawah tubuhnya, melihat wajah cantik itu kesenangan. Mungkin sudah dua minggu sejak ia pertama kali bertemu Noeul, tapi sejak saat itu, ketika Boss menyentuh dirinya sendiri, ia selalu membayangkan bahwa itu adalah si brunet, tidak ada orang lain yang bisa ia bayangkan selain wajah Noeul.
" Apa kamu suka di sini? ". Pada akhirnya Boss bertanya, dan Noeul menoleh setelah mendengar suara Boss, kembali memberikan perhatiannya pada si pria tinggi.
" Ya. Bagus ", Noeul mengangguk, menyandarkan kepalanya di tangan saat ia melihat ke mata Boss. " Aku agak berharap bahwa kamu akan membawaku ke salah satu restoran mewah bahkan memesan air putih saja sama dengan jatah makanku satu minggu "
" Apa ini belum mewah untukmu? "
" Oh.. Sudah. Sudah sangat mewah. Tapi aku sepertinya pernah datang ke tempat yang mirip seperti ini ".
Meskipun Noeul tersenyum dan berbicara normal dengan Boss, pria tinggi itu dapat merasakan kalau Noeul masih tidak percaya padanya. Pria pendek itu masih menjaga diri, seolah ada dinding tinggi yang dibangun di sekelilingnya untuk melindungi Noeul dari dunia Boss. Noeul tidak memiliki masalah dengan menjawab pertanyaan Boss, tapi Boss menebak jika sekali saja ia menanyakan Noeul sesuatu yang sedikit pribadi, Noeul pasti akan segera menolaknya.
" Ohh.. Oke ", jawab Boss sekenanya. " Jadi, apa yang terjadi? Kamu terlihat begitu frustrasi sebelumnya "
" Rekan kerjaku.... " Noeul menghela nafas dalam, membicarakan rekan kerjanya rasanya membuat energinya langsung habis dan marah.
Tepat pada saat itu, sang pelayan kembali dengan dua cangkir penuh air panas, dua kantong teh dan empat gula di atas nampan kecil berwarna perak dan menempatkannya di meja, sembari mengatakan bahwa makanan akan disajikan segera. Dia membungkuk dan berjalan pergi, tapi Boss menyadari bagaimana tatapan si pelayan pada Noeul sebelum pergi. Sepertinya Boss bukan satu-satunya yang mengagumi wajah Noeul.
" Apa mereka jahat padamu hari ini? ". Boss bertanya saat ia menempatkan kantong teh ke dalam cangkir dan menambahkan dua gula. Sebenarnya ia lebih suka kopi, tapi minum teh bersama seseorang istimewa belum pernah ia lakukan selain bersama ibunya.
" Hari ini? " Noeul mendengus keras. " Para bajingan itu selalu menggangguku setiap hari Minggu. Aku benar-benar berterima kasih pada Tuhan, karena aku harus bekerja sama dengan mereka hanya satu hari per minggu "
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanficSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
