Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Yang Sebenarnya

417 46 8
                                        

" Aku pikir kamu tidur lagi sementara aku pergi ", ucap Boss.

" Aku memang sudah tidur tadi, dan kamu membangunkanku ", jawab Noeul ketus.

Boss hanya tersenyum sambil berjalan menuju Noeul, duduk di tepi tempat tidur dan menaruh nampan dengan makanan di bawah. Sambil berdeham dengan gugup, dia berbicara lagi, " Aku nggak tahu apa yang kamu suka, jadi aku menelepon Fort dan bertanya "

" Kamu menghubungi Fort hanya karena itu? ", tanya Noeul. Namun seketika ia ingat niatnya untuk tidak berbicara dengan Boss dan benar-benar mengabaikan kehadiran si raksasa terlupakan.

" Yah, kamu bilang kamu nggak lapar, tapi kamu masih perlu makan. Jadi, aku pikir kalau aku membawa sesuatu yang kamu suka, kamu mungkin akan menyerah ". Boss menjelaskan, menggaruk bagian belakang lehernya dengan gugup. Saat Noeul hanya menatapnya tanpa bergerak, Boss mendorong nampan lebih dekat ke arah Noeul dengan canggung dan kemudian berpaling lagi.

Noeul kemudian duduk, hati-hati untuk tidak menabrak nampan dan menyandarkan punggungnya di headstand kasur. Matanya berkedip cepat. Ia melihat banyak beragam jenis buah dan dua potong kue di sana. Buah-buahan itu dipotong dan diatur dengan sempurna di atas dua piring, dan benar-benar terlihat bahwa Boss menaruh usaha dalam membuatnya.

" Hanya itu yang aku miliki di rumah saat ini karena sebenarnya aku nggak ada rencana pulang sampai hari Sabtu, dan ibu memberikan cuti kerja seminggu untuk asisten rumah tangga, jadi tidak ada seorang pun untuk pergi berbelanja. Tapi tentu saja semuanya sudah aku cuci bersih ". Boss buru-buru mengatakan, terlalu putus asa untuk menjelaskan sesuatu pada Noeul. " Tapi aku bisa pesan makanan lain yang kamu mau- "

" Nggak perlu, begini saja. Aku suka ". Noeul memotong ucapan Boss. Selain itu, dia benar-benar mencintai buah, dan dia pikir perutnya tidak akan bisa menunggu lagi.

" Yang mana yang kamu mau? ". Boss menunjuk pada dua kue yang berbeda di nampan. " Aku hendak makan kue untuk makan malam, tetapi aku pikir kamu juga ingin memakannya. Aku nggak tahu yang mana seleramu, jadi... Pilihlah. Ada coklat dan stroberi "

Noeul melihat kue itu, lalu kembali pada Boss yang masih menatap kemana saja asal tidak menatap dirinya. Itu membuat Noeul sedikit kesal, karena Boss yang berbicara tanpa melihatnya. Sungguh tidak sopan. " Aku akan mengambil strawberry "

" Oke " Boss mengangguk dan mengambil piring dengan kue coklat di tangannya. " Aku memang berharap kamu memilih yang strawberry. Aku suka coklat "

" Cokelat terlalu biasa ", ucap Noeul datar. Bukannya Noeul tidak suka coklat. Sebenarnya dia menyukainya. Dan dia sangat menyukai coklat manis yang dibuat oleh Ja.

" Tapi coklat juga enak " Boss berpendapat, memotong dengan sendok dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dia akhirnya melihat Noeul dan membuat kontak mata.

" Dan nggak seperti pizza nanas ", gumam Noeul, mengingat bagaimana Boss membual tentang bagaimana pizza nanas adalah hal terbaik di dunia. Omong kosong.

" Mungkin cuma kamu yang nggak suka "

" Bukan! Seleramu saja yang mengerikan ", ucap Noeul tidak mau kalah dan meraih sepotong apel, memasukkannya ke dalam mulut sambil terus menatap Boss. Setelah beberapa detik Noeul mengalihkan perhatiannya kembali ke kue nya.

Diam mengikuti, dan Noeul sibuk sendiri dengan makanannya, ingin memenuhi perutnya secepat mungkin, sehingga ia bisa kembali tidur. Boss tidak mengatakan apapun setelah itu, meskipun Noeul menangkap pria di depannya sesekali melirik padanya. Mereka duduk di tempat tidur Boss dengan nampan penuh makanan di antara mereka, tapi Noeul masih merasa seolah Boss terlalu dekat. Dia ingin melarikan diri, membuat jarak sejauh mungkin, tapi tidak ada tempat dimana ia bisa pergi, dan Noeul tidak mungkin mengusir Boss untuk keluar dari kamarnya sendiri.

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang