Noeul tidak baik-baik saja. Dia gugup, dan belum pernah selama hidupnya ia gugup separah ini. Telapak tangannya berkeringat, dia tidak bisa bernapas dengan normal, tenggorokannya kering, kepalanya berputar, dia-
" Noeul, bernapaslah ", ucap Fort santai, mengalihkan pandangannya dari jalan sejenak untuk melihat si brunet yang duduk di kursi penumpang mobilnya, seolah terkena serangan jantung setiap detiknya. Hal itu sudah berlangsung selama sepuluh menit terakhir, dan meskipun Fort mencoba menenangkan Noeul dengan mengatakan hal-hal baik kepadanya dan mengatakan kepadanya bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Noeul tidak berhenti panik.
" Kurasa aku nggak bisa pergi " kata Noeul sambil memainkan jari-jarinya, rahangnya terkatup. " Bisakah kamu membawaku pulang? "
" Kamu bersemangat untuk pergi pagi ini dan sekarang kamu nggak mau pergi? Apa-apaan, Noeul! ". Fort menggelengkan kepalanya dan penglihatannya terfokus pada jalan lagi saat lampu hijau. Sekitar lima menit lagi atau lebih dan mereka akan berada di tempat pesta ulang tahun Boss. Sampai saat itu, Fort harus menenangkan Noeul entah bagaimana caranya.
" Aku hanya... Hadiahku biasa dan pakaianku juga jelek. Akan ada banyak orang dari keluarga kaya, kan? Aku nggak mau mereka mengolok-olokku " gumam Noeul, mengangkat tangannya sehingga dia bisa menyembunyikan wajahnya.
Memilih hadiah ulang tahun untuk Boss itu sangat sulit. Lagi pula, apa yang bisa kamu berikan jika orang itu sudah memiliki segalanya, atau mampu membayar semuanya kalaupun mereka belum memilikinya. Dia bukan seorang koki berbakat seperti Ja yang bisa memberi Boss kue untuk ulang tahunnya, mengatakan padanya bahwa itu adalah resep barunya dan Boss akan menjadi yang pertama mencobanya. Dia bukan penari seperti Sunny dan First yang akan memberikan dua tiket VIP untuk konser Pakfaii di Seoul. Dan dia juga tidak cukup mengenal Boss seperti Fort yang bisa memberinya tisu biasa sebagai hadiah dan Boss akan menyukainya karena pasti ada banyak kenangan yang menghubungkan persahabatan keduanya.
Sambil memegang tas kecil di tangannya dengan jari gemetar, Noeul diingatkan lagi tentang betapa menyedihkan hadiahnya untuk Boss. Si brunet memutuskan untuk memberikan kupon khusus pada Boss ke restoran Thailand favorit sang CEO. Sekarang saat Noeul memikirkannya, itu benar-benar bodoh. Boss mampu membelinya sendiri. Dia bahkan bisa membeli seluruh restoran sialan itu.
Noeul ingin mati karena malu. Boss pasti akan menertawakannya.
Dan ketika menyangkut pakaiannya, dia takut dia akan terlihat norak di antara orang-orang yang hari ini pakaiannya pasti lebih mahal daripada yang bisa dibayar Noeul dengan bayaran sepanjang tahunnya. Pagi hari saat dia memilih apa yang harus dipakai hari ini, Noeul puas dengan pakaiannya karena itu salah satu favoritnya - kemeja kancing sutra hitam longgar dengan lubang di sepanjang lengannya dan sedikit lebih panjang, lalu celana kulit hitam ketat dan salah satu sepatu hitam terbaik dan paling mewah yang ia miliki. Tetapi semakin dekat dengan grand hotel di mana pesta akan diadakan, semakin Noeul tidak nyaman dengan perasaannya akan pakaiannya yang masih tersembunyi dengan aman di bawah mantelnya.
" Kamu terlihat oke, aku sudah memberitahumu beberapa kali. Boss akan menyukainya " ulang Fort lagi, seolah dia belum mengatakan hal yang sama pada Noeul setidaknya sepuluh kali selama perjalanan, dan dia telah memberi tahu hal tersebut jutaan kali ketika mereka masih di apartemennya juga.
Boss akan menyukainya. Kalimat itu bergema di kepala Noeul, dan jantungnya mulai berdetak lebih cepat. " Aku nggak mau dia menyukainya. Aku mau orang-orang disana menyukainya ", ucap Noeul, mencoba meyakinkan Fort dan juga dirinya sendiri. Tapi itu bukan berarti dia tidak ingin Boss menyukainya. Disana pasti ada beberapa kenalan klien yang pernah bekerja sama dengan si pria tinggi, pemilik perusahaan-perusahaan terkenal. Noeul tidak ingin mempermalukan Boss. Dia juga tidak berniat merayunya atau apapun. Tapi Noeul akan bohong jika dia mengatakan bahwa dia tidak memikirkan Boss saat berdandan untuk malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
