Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Not Ready... Yet

269 38 5
                                        

Noeul tidak tahu sudah berapa lama dia menangis, tapi pastinya cukup lama karena meskipun dia tidak merasa lebih baik, air matanya juga sudah tidak ada lagi. Biasanya, setelah menangis, Noeul merasa sedikit lebih baik, seolah-olah sedikit beban terangkat dari bahunya. Namun, tidak hari ini. Noeul merasa beban di bahunya malah menghancurkannya, dan dia tidak bisa berdiri. Jadi, dia hanya duduk di tanah, lutut yang menyangga dagu dengan tangan memeluk keduanya, meringkuk dalam. Noeul menertawakan dirinya sendiri. Idiot!

Tiba-tiba, dia mendengar pintu terbuka dan suara khawatir sahabatnya segera mengikuti, " Eul? ". Noeul mendengar langkah kaki itu, tetapi dia tidak mengangkat kepalanya. " Boss menelepon dan menyuruhku untuk memeriksamu, apa yang- " First berhenti saat melihat Noeul meringkuk dan segera berlari ke arahnya, berlutut dan meletakkan tangannya di bahu si brunet. " Eul? Apa yang terjadi? Ada apa? " dia mulai bertanya, membombardir Noeul dengan pertanyaan.

"  Sudah terjadi " bisik Noeul dan membiarkan dirinya ditarik ke pelukan temannya, kehadiran First lumayan menenangkan. Sementara emosinya masih berputar-putar, Noeul merasa sedikit lebih baik saat dia merasakan lengan First melingkari tubuhnya yang lebih kecil. " Aku kacau, First " suaranya pecah, dan meskipun Noeul mengira dia tidak bisa menangis lagi, dia merasakan matanya berair sekali lagi saat First memeluknya erat-erat.

First mulai mengusap punggung Noeul perlahan saat ia merasakan getaran dalam tarikan nafas sahabatnya. " Jangan menangis. Semua akan baik-baik saja "

" Nggak " Noeul menggelengkan kepala, air matanya mengancam akan jatuh lagi. Sangat menyakitkan baginya untuk membicarakannya, tapi dia merasa First harus tahu. Sahabat yang selalu ada untuknya, sejak mereka masih muda, membantu Noeul melewati kesulitannya, memberinya nasihat setiap kali si brunet membutuhkannya.

" Eul, apa yang terjadi? " First bertanya lagi, tetapi ketika Noeul membuka mulutnya untuk menjawab, isakan pecah menembus udara dan Noeul menangis lagi begitu saja, mencengkeram tangan First. Noeul tidak akan bisa membicarakan apa yang terjadi, First mengerti, dan itulah mengapa dia hanya memegang Noeul dan membiarkannya menangis. First hanya bisa memeluk dan menghiburnya, dan meskipun itu tidak membuat masalah Noeul hilang, itu lebih baik daripada sendirian.

Saat Noeul menangis, First terus membisikkan ucapan baik-baik saja sebisanya, meskipun Noeul mungkin tidak mendengarnya. Tapi tetap saja, hanya mendengar suara First sudah cukup menenangkan, dan Noeul merasa diperhatikan, meskipun tidak ada alasan bagi orang untuk peduli pada seseorang yang begitu kacau seperti Noeul.

Dia tidak ingin memikirkannya, tetapi sementara First memeluknya begitu erat, pikiran Noeul mengembara ke saat Boss memeluknya seperti ini, membisikkan hal-hal manis di telinganya dan memohon untuk berhenti menangis karena air mata tidak terlihat bagus di wajahnya yang cantik. Dia ingat bagaimana lengan kuat Boss memeluknya dengan sangat aman, telapak tangan hangatnya mengusap punggung Noeul. Pada saat itu, Noeul merasa aman tidak seperti sebelumnya.

Dan pelukan First terasa berbeda.

" A-aku bilang padanya bahwa aku mencintainya ", ucap Noeul pada akhirnya, suaranya teredam bahu First.  Sahabatnya itu semakin mengeratkan pelukannya, memberi tahu Noeul bahwa dia ada untuknya. " Tapi waktu aku bilang padanya kalau aku belum siap untuk berkencan, dia pikir aku bohong tentang perasaanku ", lanjut Noeul, suaranya bergetar. " Aku nggak bohong First, aku memang sangat mencintainya "

" Aku tahu, Eul, aku tahu, " bisik First. Dan itu benar. Dia tahu Noeul mencintai Boss. Dia bisa melihatnya dari cara Noeul bersikap di sekitar Boss, dan bagaimana dia tersenyum begitu cerah dengan kilatan penuh kasih di matanya. Noeul telah menatap Boss seperti dirinya menatap Ja. First bukan sahabat yang menyebalkan karena tidak menyadarinya.

" Aku mencintainya, dan itulah mengapa aku ingin berusaha menjadi lebih baik untuknya " gumam Noeul.

" Kamu lebih dari baik untuknya, kamu- "

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang