Boss tetap bersama teman-teman Fort lebih dari sepuluh menit setelah mengetahui bahwa mereka sama-sama berisik dan menyenangkan seperti Fort. Mereka mengobrol dengan Boss tanpa takut apa yang mereka katakan mungkin mempermalukan mereka, hanya berbicara dan menyuarakan pikiran mereka yang paling bodoh namun sangat lucu. Bisa dibilang ini adalah pengalaman paling menyenangkan yang pernah dimiliki Boss selama di klub, dan dia bersyukur menerima ajakan Fort.
Alasan lain mengapa Boss begitu senang adalah karena melihat interaksi antara Fort dan Peat, terutama menyukai momen ketika tangan Fort secara tidak sengaja menyentuh tangan Peat saat mereka berdua meraih gelas, dan mereka berdua saling memandang dengan mata melebar seolah sedang menyentuh api. Boss bukan satu-satunya yang memperhatikan, tentu saja, dan hanya dalam hitungan detik sebelum orang lain mulai menggoda Fort dan Peat, membuat Peat begitu bingung sehingga dia permisi dan pergi ke kamar mandi. Fort marah karena membuat Peat tidak nyaman dan mengejarnya ke kamar mandi, tapi sebelumnya membuat mereka semua berjanji untuk berhenti membuat lelucon karena tidak ada apa-apa di antara mereka berdua.
Saat Fort kembali dengan Peat di belakangnya, dia mengawasi semua orang sebelum duduk, memperingatkan semua temannya dengan tatapan membunuh, tapi saat Fort menoleh ke arah Peat dia tersenyum secerah sinar matahari. Boss ingin tertawa, tapi berhenti saat Fort langsung menatapnya seolah sedang mendengar pikiran Boss.
Insiden itu dilupakan dalam sepuluh menit ketika salah satu teman Fort mulai berbicara tentang bagaimana adik perempuannya pernah terjebak dalam mesin cuci karena dia bermain petak umpet dengan teman-temannya dan sangat ingin menang sehingga dia memilih tempat yang sangat bodoh untuk bersembunyi. Pada akhirnya, gadis kecil itu menang, tetapi mengeluarkannya dari mesin cuci agak sulit dan memakan waktu setengah jam. Setelah cerita itu, semua orang mulai berbicara tentang hal paling memalukan dan bodoh yang telah mereka lakukan ketika masih anak-anak, dan Boss tergelak hingga pipi dan perutnya mulai sakit.
Dua jam berlalu dan Fort mengumumkan bahwa dia akan menyapa salah satu teman baiknya yang bekerja di sini sambil menanyakan Peat apakah dia mau ikut. Peat dengan sopan menolak, karena dia sudah nyaman mengobrol dengan teman-teman Fort. Ada suatu ketidaksenangan dalam diri Fort karena Peat menolaknya, tapi tentu saja ia tidak bisa berbuat banyak karena ia sendiri yang mendeklarasikan bahwa dirinya dan Peat hanya berteman, dan orang lain tentu boleh berteman dengan Peat juga kan? Membaca situasi canggung tersebut akhirnya Boss menawarkan diri untuk ikut menemani Fort.
Mereka berdiri dari sofa dan mengatakan bahwa mereka tidak akan pergi lama, tapi Boss berfikir untuk meninggalkan kelompok mereka sementara karena ingin menari dan bersenang-senang di bawah setelah dua jam duduk di sekitar meja.
Boss mengikuti Fort melalui kerumunan sekali lagi sampai mereka berhenti di depan meja panjang, dan Boss memesan tequilla ketika mereka sampai. Sang bartender memberikan senyum genit dan menyuruh Boss menunggu sebentar sebelum berbalik dan mencari botol. Bartender itu bisa dibilang pria yang cantik, dan Boss bertanya-tanya apa ia harus menggoda kembali atau menemukan orang lain saja.
Bartender pirang tersebut menuangkan tequilla ke dalam gelas kecil dengan seringai di wajahnya karena dia mempertahankan kontak mata dengan Boss, dan CEO itu siap untuk melemparkan beberapa komentar nakal pada pria di depannya, tapi dia dipotong oleh Fort yang memanggil nama selain dia dengan begitu keras sehingga membuat Boss tersentak. Boss pikir itu mungkin kenalannya yang lain karena tidak terdengar akrab. Fort pasti pernah menyebutkan nama orang itu sebelumnya.
Boss memutar kepalanya ke kanan, mengikuti garis pandang Fort sampai matanya jatuh pada pria pendek dengan rambut cokelat muda dengan eyeliner hitam pekat yang membuat matanya lebih menonjol. Pria itu tersenyum begitu cerah sehingga Boss harus berkedip beberapa kali karena wow... senyum itu sangat indah. Jujur, wajah orang itu benar-benar cantik dan Boss berpikir bahwa ia telah menemukan takdirnya. Dia langsung lupa tentang si bartender pirang, dan langsung menenggak tequilla nya sekali teguk dan melemparkan uang di meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
