Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Miss you

234 30 0
                                        

Noeul benar-benar menantikan makan siang, perutnya baru terasa terlalu kosong. Namun antusiasmenya perlahan mereda ketika makanan mereka terbakar karena Boss lebih memperhatikan Noeul daripada makanan mereka.

Bukannya hanya Noeul yang terkejut bahwa sesi memasak mereka berakhir menjadi bencana yang agak besar. Lagi pula, dari awal memang tidak terlihat sangat menjanjikan. Boss melihat resep terlalu lama, dan yakin untuk memasak, tapi di tengah jalan dia tidak tau harus berbuat apa, resep yang di jelaskan terlalu rumit -katanya-.

" Apa sebaiknya kita delivery aja? ", tanya Noeul.

" Siapa yang akan mengantar makanan ke dalam hutan, Eul? ".

Benar juga, pikir Noeul.

" Nggak apa-apa. Aku akan berusaha. Aku sudah mencobanya kemarin, tapi kenapa sekarang gagal? ". Boss terlihat frustrasi sambil menggaruk kepalanya, dan si brunet tidak bisa berbuat apa-apa tentang keputusan itu.

" Apa kamu yakin ini resepnya? Mungkin kamu salah ", tanya Noeul, melihat alis dan mata Boss yang berkerut kebingungan dengan resep di ponselnya, tangannya yang lain di pinggulnya.

" Tentu saja. Aku udah pernah masak ini beberapa hari yang lalu ", jawab Boss, dan meskipun Noeul sedikit tidak mempercayainya, dia memutuskan untuk diam karena tidak ada gunanya berdebat dengan Boss. Noeul sudah lapar saat itu, perutnya sakit karena keroncongan. Dia ingin setidaknya makan sesuatu untuk camilan, tapi Boss melarangnya, menyuruhnya menunggu karena makanan ringan akan merusak makan siangnya.

Empat puluh menit kemudian, perut Noeul semakin perih sementara makanan juga terbakar, Boss akhirnya mengakui bahwa dia agak lupa cara memasaknya karena ia hanya menuliskan bahannya saja. Dia hanya ingin terlihat keren di depan Noeul dan benar-benar menyiapkan sesuatu untuk kekasihnya.

Rasanya Noeul ingin marah pada Boss karena membuatnya kelaparan, tetapi saat dia melihat ekspresi sedih di wajah sang CEO saat membuang sisa-sisa makanan yang terbakar, Noeul merasa harus menghibur kekasihnya.

" Nggak apa-apa " katanya, berjalan ke arah Boss dan menekan ciuman lembut di pipi pria itu, tersenyum pada yang lebih tinggi. " Lagipula aku nggak mau kamu menjadi keren "

" Nggak lucu, Noeul. Aku mengacaukannya ". Boss cemberut, dan sesaat Noeul bertanya-tanya apakah ini yang Boss rasakan juga saat melihat Noeul cemberut - memberikan lelucon terbaiknya.

Noeul melingkarkan tangannya di leher Boss, kali ini mencium bibirnya. " Aku mencintaimu apa adanya, Boss, meskipun tanpa keterampilan memasak, perilaku kekanak-kanakan dan nggak bisa mengalah "

" Apa kamu mencoba menghiburku dengan ini? ", tanya Boss datar, tapi Noeul sudah mengenalnya dengan baik, dilihat cara Boss yang terkekeh meskipun suaranya terdengar seperti geli.

Sambil mengelus pipi pria jangkung itu dengan lembut, Noeul terus tersenyum pada Boss, mengulangi, " Beneran nggak apa-apa "

Boss tampaknya bisa sedikit memaafkan dirinya, helaan nafasnya terlihat sedih. Noeul mungkin juga sedikit kecewa karena bagaimanapun juga perutnya ikut menderita.

" Kita memang harus memesan sesuatu ", hela Boss, membungkuk untuk meletakkan kepalanya di bahu yang lebih pendek. " Kamu mau makan apa? "

" Burger boleh. Aku udah lama nggak makan burger "  jawab Noeul.

" Oke. Aku akan cari delivery dekat sini ". Boss mulai mengutak-utik ponselnya, sambil berkali-kali menelpon pihak delivery yang bisa sampai ke mansionnya.

" Sekali lagi maaf. Aku udah bener-bener niat untuk masak, aku juga mengisi kulkas ". Boss terduduk lemas di depan meja makan, masih menatap makanan gosongnya di tempat sampah.

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang