Seluruh rencana untuk meminta maaf pada Noeul selama istirahat makan siang hancur ketika ayah Boss meneleponnya, mengatakan bahwa ingin bertemu dengannya dalam satu jam. Tidak ada pilihan lain untuk tidak menerima ajakan makan siang ayahnya, jadi Boss memberitahu Fort jika dia harus membatalkan rencana makan siang mereka. Fort bilang tidak apa-apa, tapi nada pahitnya terdengar jelas. Meskipun demikian, Boss tidak memberikan komentar apapun.
Dia berkendara ke restoran lebih cepat dari yang diperbolehkan, dan berdoa bahwa tidak ada polisi di sekitar. Boss ingin menyelesaikannya sesegera mungkin, percakapan formal dengan ayahnya selalu memuakkan bagi Boss. Selain berbicara tentang bisnis, ayahnya pasti menegur gaya hidup Boss yang mengerikan, atau kehidupan cintanya yang tidak jelas.
Tidak seperti ibunya, yang mencoba untuk berbicara dengan akal sehat kepadanya sambil tersenyum pada anak satu-satunya seperti malaikat, ayahnya secara frontal akan 'meludah' ke wajahnya dan mengatakan bahwa Boss adalah aib bagi keluarga dan harus mapan sebelum semua wanita baik yang mungkin menginginkan anak Sermsongwittaya -yang tidak berguna sebagai suami- menikahi orang lain. Setelah muncul di bahwa berita pagi ini, Boss tahu bahwa kali ini tidak akan berbeda.
Boss tiba di restoran dalam lima belas menit, dan sudah melihat ayahnya meminum anggur merah dari gelasnya. Pria tinggi itu mulai berjalan ke arah ayahnya, mengutuk dirinya sendiri untuk tidak double-checking pada tampangnya, dia tidak ingin penampilannya dihina juga.
" Kamu akhirnya di sini ", ucap sang ayah sebelum Boss bisa menyapanya, sambil meneguk wine-nya dengan lembut. Dia memberi isyarat kepada putranya untuk duduk, dan Boss patuh sambil bergumam 'halo,yah' dengan tenang. " Mau anggur? "
" Nggak, terima kasih. Aku sedang mengemudi " jawab Boss. Baru sepuluh detik dia datang, tapi rasanya sudah ingin cepat-cepat pergi. Boss tidak suka suasana canggung seperti ini.
" Oh, begitu. Masih tidak ingin memakai sopir? Orang mungkin berpikir kamu tidak mampu menggaji ".
Ya, Boss sudah mendengar itu, jutaan kali sebenarnya. Setidaknya ia cukup beruntung untuk mendengarnya dua kali seminggu. Ayahnya memang selalu memulai dengan kalimat itu hampir dalam setiap percakapan.
" Aku yakin mereka nggak akan berfikir begitu, yah " kata Boss dan bergeser dari kursinya, merasa tidak nyaman di bawah tatapan tajam.
Pelayan membawakannya menu dan bertanya apakah Boss ingin pesan sesuatu. 'Benar-benar seorang penyelamat', pikir Boss. Sang CEO mengucapkan terima kasih dan memesan air mineral sebelum membuka menu dan membuka halaman demi halaman berisi gambar makanan. Setidaknya sekarang dia tidak harus terus berkontak mata dengan ayahnya, alasan nya dia sedang mencari sesuatu untuk dipesan, meskipun Boss sudah tahu apa yang dia inginkan.
'Aku agak berharap bahwa kamu akan membawaku ke salah satu restoran mewah bahkan memesan air putih saja sama dengan jatah makanku satu minggu'. Kata-kata Noeul tiba-tiba muncul di kepala Boss, dan untuk sesaat, dia kembali membayangkan makan malam dengan si brunet dan menikmati obrolan hangat sambil makan makanan lezat.
Daripada bertanya-tanya mengapa ia bisa teringat tentang Noeul sambil melakukan sesuatu yang sederhana seperti memesan air, Boss mulai bertanya-tanya apakah suatu saat Noeul mau pergi kesini. Boss baru sadar kalau memang air di restoran benar-benar mahal mengingat itu hanya air biasa, tapi semua terbayar dengan interior restoran yang bagus. Mungkin dia bisa membawa Noeul kesini sebagai permohonan ma-
" Ayah percaya ibumu sudah bicara padamu tentang skandal terakhirmu ", suara ayahnya membawanya kembali ke realita. Sambil menunduk Boss mendengus kuat. Ia tahu dia tidak bisa melakukan itu di depan ayahnya. Skandal? Ayahnya menyebut foto makan malam menjadi sebuah skandal? Ketika Boss tertangkap bermesraan dengan seorang pria di gang, itu baru dinamakan skandal. Tapi makan malam damai dengan seseorang? Kecuali Boss ketahuan makan malam lalu berciuman disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
