Ide untuk mengajak Noeul keluar untuk makan malam tiba-tiba adalah sesuatu yang awalnya hanya main-main dan tanpa berfikir panjang. Boss tidak merencanakannya sama sekali, dan itu berarti bahwa ia tidak akan memaksa Noeul menerima tawarannya. Noeul sudah menolaknya tiga kali, dan Boss sempat putus asa dan berfikir Noeul pasti tidak akan menerima ajakannya lagi, tapi ternyata keberuntungan sedang berpihak padanya karena pada akhirnya Noeul menerima, meskipun agak harus sedikit memaksa.
Pada awalnya, Boss tidak tahu apa yang harus dia bicarakan dengan Noeul, terutama karena dia belum mempersiapkan diri untuk situasi seperti ini dan masih terkejut karena Noeul setuju untuk menghabiskan waktu dengannya malam ini, tetapi setelah menit pertama yang diisi dengan keheningan canggung antara dua laki-laki tersebut, Boss mengambil inisiatif dan memulai percakapan.
Mengajak berteman orang asing adalah hal yang sulit untuk Boss, karena dia tidak pernah tahu apa yang bisa dia bicarakan dengan orang yang baru saja ia ketahui, dan lebih sulit lagi ketika kamu ingin memberi kesan baik padanya. Akan lebih mudah ketika Fort berada di sisinya dalam proses 'pertemanan' ini, karena jika Boss mengatakan sesuatu yang terlalu pribadi atau terlalu menghina dan orang tersebut tersinggung, Fort selalu bisa menyelamatkan situasi, tapi sekarang dia sendirian dengan Noeul, dan tidak ada orang yang bisa menyelamatkan situasi jika dia mengacau.
" Jadi, bagaimana kamu bisa mengenal Fort? ". Boss bertanya ringan, ingin sedikit meringankan suasana hati ketika ia melihat betapa kakunya orang pendek disampingnya dan tidak nyamannya ia. Dia tidak mengenal Noeul, tapi Boss tau si brunet biasanya tidak tenang seperti itu. Dia hanya bertemu beberapa kali dengan Noeul, tapi Boss melihat bahwa orang didepannya ini memiliki lidah yang sangat tajam dan tidak takut menyuarakan pikirannya. Boss ingin sikap penuh semangat itu segera kembali.
" Dari Ja ", jawab Noeul. Singkat. Lalu keheningan menyusul, dan Boss ingin mengajukan pertanyaan lain untuk mengisi kesunyian itu, tapi Noeul akhirnya memutuskan untuk menjelaskan jawabannya lebih panjang, menyelamatkan Boss yang kesulitan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan baru.
" Aku bertemu Ja mungkin tiga tahun yang lalu waktu aku mulai bekerja di restoran. Awalnya, aku nggak mau bicara dengannya karena dia selalu memelototi semua orang, jadi kupikir dia tidak suka orang asing dan meninggalkan ku, tidak ingin berteman denganku. Tapi ternyata, sahabatku, First, mulai menyukai Ja saat dia melihatnya, dan kurasa kita menjadi teman saat First mencoba untuk berkencan dengannya. Kemudian, aku tau kalau Ja yang tampak selalu memelototiku sepanjang waktu itu karena dia memiliki pandangan mata yang buruk, dan aku merasa benar-benar bersalah karena berpikir buruk tentangnya. Setelah beberapa minggu bekerja sama dengan Ja, Fort datang ke restoran untuk makan siang dan saat itulah Ja memperkenalkan kami, mengatakan kalau Fort teman sekampusnya. Sangat mudah untuk bergaul dengan Fort, dan kita langsung berteman sampai sekarang "
Itu aneh, pikir Boss. Fort dan Boss pernah kuliah di universitas yang sama, tapi dia tidak bisa mengingat siapa yang bernama Ja sejak saat itu. Mungkin jika dia melihat Ja ini, dia akan ingat. Boss bisa mengingat wajah lebih baik daripada mengingat nama.
" Jadi pacarmu itu sebenarnya teman baikmu? ". Boss mendengus dan hampir tertawa ketika ia melihat ekspresi panik Noeul. Hal tersebut masih melukai egonya ketika dia ingat bagaimana Noeul berbohong tentangnya yang berkencan dengan First, tapi jika Boss mengungkapkannya, itu terlihat seperti kepercayaan diri Boss menurun setiap kali dia ingat kejadian itu.
" Kau masih ingat itu? ", Noeul bertanya, terkejut. Seolah-olah Boss bisa melupakannya dengan cepat. Itu adalah salah satu hal yang paling memalukan yang terjadi sepanjang hidupnya.
" Ya! Fort bersenang-senang dengan mengolok-olokku karena itu, jadi mana mungkin aku bisa lupa "
" Maafkan aku ", kata Noeul. Boss dapat melihat yang lebih pendek berusaha keras untuk tidak tersenyum. Ketika si brunet melihat Boss menatapnya dengan alis terangkat, dia menambahkan, " Sungguh! Meskipun kamu memang layak mendapatkannya "
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
