Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Sisi Lain

572 64 2
                                        

Noeul mendorong pintu restoran dengan ringisan dan keluar dari tempat kerjanya, suasana hatinya lebih pahit daripada pagi hari saat awal shift nya. Boss Chaikamon mengawasinya dengan seringai bodoh di wajahnya seolah-olah dia menikmati penderitaan Noeul, menutup mata terhadap fakta bahwa Noeul tidak terlihat senang melihatnya lagi. Bukannya memahami bahwa Noeul tidak ingin berbicara dengannya - bisa dilihat dari cara Noeul menjauhinya kemarin. Namun sekarang sang CEO mulai bangkit dan mengikuti langkah Noeul dengan tangan di kantong seolah dia tahu bahwa Noeul akan mulai berjalan menghindari Boss lagi.

" Kenapa kamu di sini lagi? ". Noeul bertanya dengan cemberut, perlahan menjadi kesal oleh kehadiran Boss. Ketidaknyamanan tertulis di seluruh wajahnya, sehingga Boss memutuskan untuk mengabaikan perasaan Noeul tentang situasi ini dan sedikit egois.

" Aku sudah bilang kemarin kalau aku akan datang lagi, bukan? ". Boss berucap ringan, dan Noeul mengerang kesal, menutup matanya berusaha menenangkan diri. Setiap kata yang pria tinggi itu katakan padanya membuat Noeul ingin memukulnya.

" Dan aku juga sudah bilang padamu untuk nggak menemuiku lagi ", ucap Noeul dengan penuh kebencian terhadap pria berambut hitam yang berjalan di sisinya, dan ia harap Boss akhirnya mengerti jika Noeul hanya ingin dia pergi, karena nada suara yang Noeul pakai sudah paling kasar yang ia bisa, tapi Boss hanya tersenyum dan menoleh ke arah Noeul, mengarahkan matanya dari jalan dan berfokus pada wajah Noeul. Percikan nakal di mata Boss justru memberitahu Noeul bahwa Boss tidak akan mundur dengan mudah.

" Kurasa aku nggak mendengarmu ". Oh, bajingan ini, pikir Noeul. Tidak mungkin Boss tidak mendengarnya. Dia benar-benar berteriak pada pria itu kemarin. Noeul melihat pria tinggi itu dari ujung matanya, sedang menyeringai puas dan Noeul yakin ini hanya omong kosong, dan memutuskan untuk mengabaikannya, seperti petunjuk lain yang selalu Noeul berikan di hari Jumat lalu.

" Kalau begitu sekarang kamu tahu aku nggak mau kamu ada disini, jadi kenapa kamu nggak pulang? Atau pergi kerja sana, aku nggak peduli selama kamu pergi dari sini ".

Seseorang akan berpikir Noeul orang yang kasar, tapi Noeul benar-benar berkata apa adanya. Dia lebih suka bersikap baik kepada orang-orang yang telah membantunya contohnya, atau orang yang telah kenal lama dengannya, bukan pada seseorang seperti Boss Chaikamon yang kasar dan selalu membuat sisi tidak sopan Noeul keluar, dimana hal tersebut selalu bersembunyi di dasar hatinya.

" Suaramu bagus, Noeul ", ucap Boss, terus mengawasi Noeul sambil tertawa kecil. Awalnya Noeul berpikir jika ia berbicara pada Boss seperti itu, pria tinggi tersebut akan kehilangan minat padanya dan akhirnya meninggalkannya, tapi Noeul sangat salah. Sikapnya yang ofensif hanya membuat Boss ingin tinggal lebih lama agar dapat mendengar suaranya lebih banyak. Itu juga membuat Boss bertanya-tanya apakah perilaku Noeul ini berubah ketika dia berhubungan seks, atau ia masih malu-malu, agresif dan provokatif seperti sekarang. Boss ingin segera mengetahuinya.

" Aku anggap itu pujian ", ucap Noeul, berjalan lebih cepat sehingga ia bisa sampai apart lebih cepat dan menyingkirkan bajingan pengganggu itu. Apa salahnya sehingga ia pantas disiksa seperti ini?

" Aku ingin tahu apa lagi yang bisa dilakukan oleh mulut dan suaramu yang bagus ".

Noeul terbelalak dan langsung memukul Boss bertubi-tubi. Serangan itu tidak terlalu kuat, cukup memberitahu Boss bahwa Noeul tidak menghargai jenis komentar nakal dan kotor, seolah hal tersebut lumrah untuk dikatakan di depan umum.

" Oh, ayolah, bukannya kamu senang setiap kali ada seseorang mengatakan hal-hal erotis seperti ini? "

Boss semakin gencar untuk menggoda yang lebih pendek demi melihat kemarahan yang menggemaskan menurutnya. Hal tersebut memang membuat pipi dan telinga Noeul memerah, cara dia memalingkan wajah, mencoba untuk menemukan sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya, dan bagaimana dia mengatupkan mulutnya rapat - itu semua begitu menawan di mata Boss dan jika pria tinggi itu memiliki kesempatan untuk menggoda Noeul dan melihat hal tersebut sekali lagi, Boss akan terus melakukannya.

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang