Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Ulang tahun Peat

249 33 1
                                        

Noeul terlalu bersemangat. Dalam sepuluh menit, Boss dan yang lainnya menjemputnya dan mereka akan berkemah untuk merayakan ulang tahun Peat. Saat Noeul ditanya apakah dia ingin ikut, dia langsung menjawab ya. Lagi pula ini akhir pekan, jadi Noeul tidak perlu mengambil cuti di tempat kerja.

Noeul sudah tidak sabar untuk pergi karena banyak alasan.

Pertama, merayakan ulang tahun Peat hanya dengan teman terdekat sangat luar biasa karena tidak akan ada orang luar dan akan menghabiskan waktu bersama. Tahun ini benar-benar tahun sibuk, dan Noeul tidak ingat kapan terakhir kali mereka menghabiskan waktu bersama. Mungkin terakhir kali di pesta ulang tahun First dan Ja?

Noeul juga tidak bisa menyalahkan teman-temannya, karena dia tahu semuanya benar-benar sibuk. First dan Sunny bahkan hampir tidak pernah pulang karena pekerjaan baru mereka, Fort dan Boss juga sibuk mengurus acara comeback Pakfaii yang sangat dekat. Noeul hanya bisa menemui Ja karena satu tempat kerja, dan karena tidak ingin Ja merasa kesepian. Terkadang mengundang Peat juga. Maksud Noeul adalah dia senang bersama semua orang lagi, siap bersenang-senang.

Kedua, sudah lama sekali sejak Noeul berkemah. Bahkan bertahun-tahun yang lalu. Perkiraan cuaca juga akan panas akhir pekan ini, artinya mereka tidak akan kedinginan saat tidur di tenda. Juga, Noeul sudah bisa melihat dirinya makan banyak selama api unggun, dan makanan adalah alasan lainnya untuk bersemangat. Lalu Noeul juga mungkin akan melihat langit malam yang cerah karena mereka akan pergi ke sisi pedesaan di mana tidak ada lampu kota.

Dan terakhir, Pakfaii juga akan ikut, jadi Noeul tidak sabar untuk bertemu dengannya. Sunny bilang sebelum comeback dimulai, Pakfaii dan seluruh kru management punya libur tiga hari. Menenangkan diri atau persiapan lain sebelum jadwal super sibuk dan tidak ada hari libur lagi selama beberapa bulan ke depan. Dan ketika Pakfaii mendengar bahwa mereka akan berkemah, dia bertanya apakah dia bisa pergi juga dan akhirnya bertemu teman-teman Sunny. Noeul hanya bisa membayangkan betapa terkejutnya Sunny saat itu.

Namun, karena paparazzi, Pakfaii akan sampai di sana sendirian untuk memastikan tidak ada yang akan melihat mereka dan mengganggu waktu mereka bersama hari ini.

Dengan tidak sabar, Noeul melihat ke luar jendelanya untuk melihat apakah teman-temannya sudah menjemputnya, tetapi kecewa saat diluar masih sepi. Sedikit kesal, Noeul berbalik dan memutuskan untuk mengecek barang-barangnya lagi, memastikan bahwa dia tidak akan melupakan apa pun. Di ranselnya yang agak besar, dia ada dua selimut, satu celana olahraga dan satu celana pendek, hoodie dan kemeja besar sederhana yang selalu dia pakai saat tidur, tabir surya sehingga dia tidak akan terbakar sinar matahari jika matahari bersinar berbahaya seperti yang dikatakan prrkiraan cuaca, pengusir serangga, dompet, sikat gigi dan pasta gigi, dan banyak makanan. Kemudian, di tas lain, dia memiliki hadiah untuk Peat yang dia beli mungkin dua minggu yang lalu, dan Noeul sangat berharap sang resepsionis akan menyukainya.

Tepat ketika dia selesai memeriksa barang-barangnya, ponselnya berdering dan saat melihat ID penelepon, dia tersenyum cerah sebelum mengangkat dengan antusias.

" Kamu bisa turun sekarang, kita tunggu " kata Sunny, dan jantung Noeul mulai berdebar kencang karena excited. Finally.

" Aku akan turun sebentar lagi! ", Noeul berseru dan menutup telepon, memasukkan ponselnya ke saku belakang celana jinsnya. Dengan cepat, dia mengambil tas dengan hadiah Peat bersama dengan ranselnya dan bergegas ke pintu, menguncinya sebelum menuruni tangga dengan senyum lebar di wajahnya. Ini akan menjadi salah satu hari paling menakjubkan dalam hidupnya.

Ketika dia keluar dari gedung beberapa detik kemudian, matanya tertuju pada mobil yang agak besar yang diparkir tepat di depan kompleks apartemennya, enam orang berbaur di sekitarnya. Boss sedang menelepon tampak agak bermasalah dengan Fort yang berdiri di sampingnya, tampak sama-sama bermasalah. Ada Peat yang memeriksa ranselnya dengan kerutan di wajahnya yang mengatakan 'jangan bilang aku lupa mengemasnya' . Noeul sangat tahu perasaan itu. Dan terakhir, ada Ja dan First, berdiri dekat di samping satu sama lain dan berbicara dengan suara pelan, First tampak putus asa untuk menjelaskan sesuatu sementara Ja mengerutkan kening, jelas tidak senang dengan apa pun yang First katakan. Kemudian, Ja menggelengkan kepalanya dan berbalik, berjalan menjauh dari First begitu saja, meninggalkan yang lebih muda sendirian di trotoar lalu menuju Peat, bertanya apakah dia butuh bantuan untuk menemukan sesuatu. Sepertinya pertengkaran kecil di antara mereka tidak terelakkan, dan hati Noeul sakit melihat sahabatnya bertengkar.

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang