Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Salah Paham

393 31 2
                                        

Boss mungkin terlihat tenang dan santai di sekitar Noeul, tapi di balik semua kepercayaan yang sepertinya dia miliki, sebenarnya ia gugup setengah mati. Bersama Noeul terasa sangat menyenangkan, tapi Boss harus selalu mengingatkan dirinya bahwa ia harus menjaga jarak. Saat-saat ketika dia lupa tentang batasan dan mereka berakhir dalam situasi yang tidak nyaman karena melanggar privacy satu sama lain dan berbagi kontak mata yang panjang sambil merasakan nafas panas di kulit masing-masing ─ itu bukan hal yang dilakukan seorang 'teman', terutama mengingat ketegangan di udara yang hadir pada saat-saat ini.

Mungkin itu sebabnya Boss memutuskan untuk berbohong pada Noeul, mengatakan bahwa dia tidak melakukan hal bodoh Sabtu malam kemarin. takut jika Noeul tahu, itu hanya akan membuat segalanya menjadi canggung bagi mereka. Boss tidak ingin kehilangan Noeul tepat setelah mereka entah bagaimana menjadi teman, tidak peduli seberapa cheesy kedengarannya. Untung saja Noeul tidak ingat, dengan begitu mereka bisa terus berteman tanpa kecanggungan yang pasti akan menemani mereka jika apa yang terjadi di ranjang Noeul malam itu terungkap.

'Teman'. Kata itu terasa tidak enak di lidah Boss, perasaan yang sama saat dia sedang memakan makanan yang ia benci di planet ini. Boss merasa tidak pas karena menyebut dirinya teman Noeul ketika dia tidak bisa berhenti memikirkan betapa nikmatnya bibir si brunet di lehernya, lidah basahnya yang membelai kulit sensitif sang CEO sambil duduk di atasnya.

Ada banyak sekali pertanyaan di kepala Boss, tapi ada satu yang paling menonjol ─ Bagaimana jika aku tidak menghentikannya?. Boss benar-benar memikirkan hal tersebut. Lagi pula, dia bisa saja memiliki Noeul malam itu, secara nyata. Noeul menawarkan dirinya, dan Tuhan.. Cara dia mengatakan bahwa dia menginginkan Boss masih memburunya sampai sekarang. Tapi tetap saja salah berhubungan seks dengan Noeul meskipun si brunet yang memulai semuanya. Boss tahu bahwa Noeul tidak akan pernah melakukan hal seperti itu jika dia sadar.

Boss terus berfikir, dan akhirnya dia sampai pada kesimpulan bahwa dia tidak menyesal tidak tidur dengan Noeul, tidak peduli seberapa besar dia ingin memilikinya. Pertama, dia tahu bahwa Noeul tidak akan pernah berbicara dengannya lagi setelah dimanfaatkan oleh Boss dalam keadaan mabuknya. Dan kedua, dari apa yang dikatakan si brunet kepadanya ─ Bukankah ini yang kamu inginkan?. Boss punya firasat bahwa Noeul tidak melakukannya karena dia ingin.

Seluruh situasi hanya memberi Boss getaran aneh, dan dia pikir ada kemungkinan bahwa Noeul mungkin telah melompatinya malam itu karena dia pikir dia harus melakukannya. Mungkin apa yang dipikirkannya benar-benar salah, tetapi dari semua yang Noeul katakan sampai saat ini, Boss tahu bahwa Noeul tidak peduli dengan harga dirinya untuk beberapa alasan, dan tidak akan mengejutkan juga jika Boss mengetahui bahwa Noeul hanya berpikir bahwa seks adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan. Dari apa yang diucapkan Fort selama argumen mereka, Boss tahu bahwa sesuatu telah terjadi pada Noeul yang membuatnya seperti ini, membuatnya berpikir bahwa dia tidak menarik atau tidak layak. Boss tidak perlu tahu apa yang terjadi, tapi untuk mengetahuinya yaitu dengan meng-iya kan ajakan Noeul, pada akhirnya si brunet akan menganggap semua kekhawatirannya benar adanya.

Dan itulah mengapa dia tidak menyesal tidak berhubungan seks dengan Noeul saat ia ada kesempatan. Karena Noeul pantas mendapatkan lebih dari sekedar bercinta karena mabuk yang bahkan tidak akan ia ingat di pagi hari.

" Kapan kamu harus kembali bekerja? " Suara Noeul membuat semua pikirannya hilang, dan Boss kembali ke realita. Mereka sudah berada di apartemen Noeul, tersembunyi dengan aman dari hujan deras dan angin yang perlahan mulai terangkat dalam perjalanan pulang. Boss masih shock karena Noeul mengundangnya, tidak menyangka sama sekali. Entah bagaimana, Noeul selalu melakukan sesuatu yang berhasil mengejutkan Boss.

Boss menjawab setelah melihat arloji di pergelangan tangannya, " Satu jam lagi, atau mungkin lebih. Tapi nggak ada jadwal rapat hari ini, dan nggak ada hal yang mendesak. Kalau kantor baik-baik saja mungkin mereka juga nggak akan memperhatikan ketidakhadiranku ".

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang