Ketika melihat melalui pintu kaca, Boss menemukan si brunet duduk di belakang salah satu meja untuk empat orang, pria itu menatap kejauhan dengan ekspresi tak terbaca, dengan kepala beristirahat di tangannya. Sekarang dia tahu kalau Noeul memang di sini, dan Boss seharusnya menjauh, kan? Sebenarnya ini bukan urusan Boss melihat Noeul disini atau tidak, jadi kenapa pria tinggi itu sangat peduli?
Boss meyaksikan Noeul dari balik pintu seperti penguntit selama satu menit, melihat bagaimana mata kecilnya menutup sesekali. Kepalanya tergelincir dari tangannya berkali-kali, tapi Noeul kembali sadar sebelum kepalanya bisa memukul meja. Pria brunet itu terlihat sangat lelah, dan mungkin itulah yang memberi Boss ide tiba-tiba untuk membelikannya kopi dari kafe tepat di seberang jalan.
Orang-orang memberikan pandangan aneh pada Boss ketika dia berlari keluar dari gedung dan menuju kafe, dengan tidak sabar mengetukkan kakinya ke lantai kayu karena antrian yang panjang, dengan lengan bersilang dan kerutan di wajahnya. Setelah dirinya sampai di urutan paling depan, sang barista akhirnya bertanya apa yang akan dia pesan. Tapi Boss menggeleng, dia tidak tahu jenis kopi apa yang Noeul suka. Dia tidak pernah punya kesempatan untuk bertanya pada Noeul - atau lebih tepatnya, ia memiliki kesempatan itu, tapi Boss menghabiskannya hanya untuk membuat Noeul kesal dengan ucapan dan sikapnya - dan sekarang Boss terlihat seperti orang bodoh, karena hanya diam menganga seperti ikan di luar kolam.
Agar tidak terlihat terlalu bodoh, pertama Boss memesan kopi miliknya sendiri, sementara ia memindai papan menu di atas kepalanya untuk memutuskan apa yang harus ia pesan untuk Noeul. Bukannya Boss sok tahu dengan penampilan, tapi Noeul terlihat seperti tipe sweet tooth, jadi mungkin ia juga suka yang manis-manis.
" Ada lagi? ". Sang barista bertanya dengan senyum saat ia menempatkan kopi hitam Boss di atas meja. Mata Boss melompat dari satu minuman manis ke minuman lain, tapi dia tidak terlalu tahu karena selalu memesan kopi hitam yang sama, jadi dia tidak tahu mana minuman manis yang terbaik.
" Uhm... Bisakah kamu merekomendasikan sesuatu yang manis, tapi tidak terlalu manis? ", tanya Boss, merasa begitu bodoh ketika si barista mengangkat alisnya setelah mendengar penjelasan Boss. Si pembuat kopi tidak mentertawakannya atau menyuruhnya pergi, tapi anehnya, dia mengatakan pendapatnya sebelum menjawab.
" Saya pribadi suka karamel moka ".
" Kalau begitu aku pesan itu. Yang besar ". Boss tersenyum dan barista tersebut mengangguk, berbalik dan menghilang untuk membuat minuman. Tak lama kemudian pria tersebut kembali dengan spidol di tangan kanannya, tersenyum lebar ke arah Boss sementara tangan lainnya memegang gelas besar.
" Dilihat dari ekspresi anda, apa ini untuk seseorang yang anda suka? ". Cara mata Boss melebar sudah cukup untuk menjawab pertanyaan sang barista itu. " Jadi, apakah anda ingin saya menulis sesuatu di gelas ini? "
" Umm... Tulis saja untuk Noeul di atasnya. Tanpa hati atau ciuman ". Boss menambahkan dengan cepat. Noeul pasti akan melempar gelas itu padanya jika ia melihat gambar hati menyertai namanya.
" Semuanya 250 Baht. Silahkan " . Sang barista mendorong gelas besar tersebut setelah menulis nama Noeul dan tersenyum.
" Terima kasih. Ambil saja kembaliannya ", ucap Boss seraya memberikan satu lembar uang seribu Baht, seraya mengambil gelas besar tersebut. Dia akan memberikan pria itu tip lebih karena dia cukup baik untuk membantu Boss keluar dari masalahnya, dan Boss juga terburu-buru, tidak punya waktu untuk mencari dompetnya yang ada di salah satu saku mantel. Dan untungnya lembaran uang itu cukup untuk membayar kopinya.
Boss dengan cepat mengubah arahnya, berlari kembali ke gedung perusahaan dan juga hati-hati dalam mengambil langkah panjang menuju kantin. Dia menghela nafas lega ketika melihat Noeul masih duduk di belakang meja yang sama, sedangkan Fort tidak terlihat. Sahabatnya akan menendang pantatnya jika dia melihatnya berusaha mendekati Noeul.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
