Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Penculikan

237 31 5
                                        

Noeul mengucapkan selamat tinggal kepada rekan kerjanya sebelum berjalan keluar dari restoran dengan Ja di sisinya. Shift mereka akhirnya berakhir. Meskipun keduanya sangat menyukai tempat kerja mereka, tetap saja shift berakhir merupakan hal terindah dalam bekerja. Pulang dan mengistirahatkan kaki mereka yang lelah setelah sehari penuh di tempat kerja.

" Besok ada rencana apa? ", tanya Ja santai, sambil menulis pesan singkat pada First bahwa dia sudah selesai bekerja. Ja tidak ingin mengganggunya karena dia tahu First sedang bersiap untuk tampil, mengadakan pertunjukan lain. Jadwal kekasih Ja itu benar-benar padat sekarang, karena ada banyak acara yang harus dihadiri karena comeback Pakfaii, dan si koki memutuskan untuk melakukan segala kekuatannya untuk menghadiri setiap acara untuk melihat pacarnya menari secara langsung. Itu sebabnya jalannya agak cepat, membuat Noeul nyaris tidak bisa mengikuti.

" Ah, aku harus lebih memikirkannya. Lagi pula, tanggal satu April cuma ada satu setiap tahun. Harus menjadi sesuatu yang sempurna ". April mop tahun ini akan menjadi pertama kalinya Noeul bisa mengerjai Boss, dan itu rencana utamanya. Mungkin dia akan memikirkan sesuatu dengan Fort nanti, karena pria itu adalah raja trolling. Meskipun Noeul selalu berhati-hati selama tanggal itu, Fort selalu berhasil mengerjainya entah bagaimana caranya.

" Jika kamu mencoba sesuatu padaku, aku akan- "

" Aku nggak akan melakukannya. Tenang aja ". Noeul dengan cepat menyela, lalu tertawa. Melawan Ja akan menjadi ide terburuk jika dia ingin terus hidup dalam damai. " Tapi aku mau melakukan sesuatu pada First "

" Dia nggak akan pulang sampai larut besok ", Ja memberitahunya, jadwal First sudah ada di dalam list memo nya.

" Kalau begitu kamu yang lakukan sesuatu ", Noeul menyenggol Ja dengan seringai iblis. " First akan percaya semua yang kamu katakan ".

" Aku akan memikirkannya ", Ja mengangguk, tetapi salah satu sudut bibirnya yang ditarik ke atas memberi tahu Noeul bahwa dia sudah mengambil keputusan. " Ngomong-ngomong, aku harus belok sini untuk naik bus, jadi sampai jumpa besok ", kata Ja.

" Oh baiklah. Selamat tinggal. Dan sampaikan salam untuk First ". Noeul melambai saat mereka berpisah, dan Ja mengangguk lagi sebelum berbelok di tikungan dan berjalan menuju halte bus.

Noeul memperhatikannya sebentar sambil tersenyum, sebelum dia berbalik dan mulai berjalan pulang, mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan kepada Boss dan bertanya apakah mereka punya waktu untuk bertemu hari ini atau tidak.

Namun, belum selesai menulis pesan, dia menabrak seseorang, lalu segera mendongak dari layarnya untuk meminta maaf. Pria di depannya bertubuh lebar dan sangat tinggi, lebih tinggi dari Boss rasanya, mengenakan setelan dan celana hitam, dan dia menatap Noeul dengan ekspresi kosong yang membuat si brunet merasa tidak nyaman. Namun, pria itu agak tampan, dengan garis wajahnya yang tajam, mata yang tajam dan rambut cokelat tua.

" Maaf, saya tidak- "

" Anda harus pergi dengan saya ", kata pria itu, memotong Noeul, nada suaranya monoton saat dia meraih siku Noeul. Si brunet segera mundur selangkah, tersandung dan hampir menjatuhkan ponselnya.

" Apa? ", Noeul bertanya, bingung. Dia yakin tidak mengenal pria itu, jadi mengapa pria itu mendekati Noeul seperti ini? Jika ada orang aneh yang meminta kencan bukan begini caranya. Bukannya Noeul akan menerimanya, tapi tetap saja.

" Saya tidak punya waktu seharian ". Pria itu mencoba meraih Noeul lagi dan kali ini dia berhasil, lebih cepat dari si brunet. Noeul mencoba untuk pergi, tetapi cengkeraman di pergelangan tangannya sangat erat, membuatnya tidak bisa melepaskan diri. Noeul melotot, ia baru sadar dan takut. Apakah pria ini penculik?

" Biarkan aku pergi, atau aku akan teriak- " Noeul sudah tidak lagi bicara formal dan menjerit kesakitan ketika jari-jari pria itu mengencang di pergelangan tangannya, lututnya menekuk, memotong kalimatnya. Pegangannya sangat menyakitkan sehingga mata Noeul berair.

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang